
MEDAN l Ersyah.com l Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) memperkuat pengembangan ekonomi biru dengan membangun kawasan perikanan unggulan.
Pengembangan itu mencakup sektor perikanan tangkap, budidaya, pengolahan hasil perikanan hingga konservasi laut dan pesisir.
Hal itu untuk meningkatkan produksi sekaligus memperkuat daya saing ekonomi dan nilai tambah bagi nelayan serta masyarakat pesisir.
Demikian disampaikan Kepala DKP Sumut melalui Kepala Bidang Tangkap Jenny Masniari saat jumpa pers yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut, Kamis (17/9/2026) di Lobby Dekranasda Sumut, Kantor Gubernur Sumut.
Menurutnya, pengembangan kawasan perikanan menjadi bagian penting dalam mendukung sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah.
Untuk sektor perikanan tangkap, DKP Sumut memprioritaskan pengembangan kawasan di Sibolga, Tanjungbalai, Asahan, dan Batubara.
Pada 2026, pengembangan diarahkan pada komoditas ikan asin untuk meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan.
“Pengembangan kawasan unggulan ini dapat meningkatkan produksi sekaligus memperkuat daya saing dan nilai tambah hasil perikanan,”kata Jenny.
Selain perikanan tangkap, potensi besar juga terdapat pada sektor budidaya yang tersebar di 33 kabupaten/kota di Sumut.
Komoditas seperti udang vaname dan rumput laut menjadi bagian dari pengembangan tersebut.
Khusus rumput laut, pengembangannya diarahkan ke wilayah Kepulauan Nias dengan mempertimbangkan potensi pasar serta optimalisasi sumber daya kelautan yang tersedia.
Pada 2026, DKP Sumut juga menjalankan program pengembangan kawasan budidaya berkelanjutan di Deli Serdang, Karo, Dairi, Langkat, dan Batubara.
Program itu antara lain memberikan paket budidaya ikan lele, nila, dan ikan emas, serta dukungan pakan bagi pembudidaya. Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor perikanan.
Peningkatan produksi berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian laut dan pesisir.
DKP Sumut mengembangkan kawasan konservasi di sejumlah wilayah, di antaranya Pulau Berhala di Serdang Bedagai, Pulau Wunga di Nias Utara, dan Pulau Sinuk di Nias Selatan.
Kawasan konservasi perairan yang dikembangkan mencakup Sawo-Lahewa, Tapanuli Tengah, Pulau Batu-Batu, Pulau Berhala, Pulau Pini, Pulau Salah Nama, hingga Sirombu dengan luasan yang berbeda-beda.
Upaya konservasi tersebut diarahkan untuk melindungi ekosistem penting seperti terumbu karang, mangrove, penyu, dan lamun.
Pada Agustus 2026, konservasi laut dan pesisir dilaksanakan di Pulau Salah Nama, Batubara, bekerja sama dengan tim ahli Universitas Sumatera Utara dan balai riset Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI.
Kegiatan serupa direncanakan kembali di Nias Selatan pada Oktober 2026.
Jenny menegaskan, pendekatan ekonomi biru diarahkan untuk menyeimbangkan peningkatan produksi, pertumbuhan ekonomi, dan kelestarian ekosistem agar manfaat sumber daya kelautan dan perikanan dapat dirasakan masyarakat Sumatera Utara secara berkelanjutan.(MY/red01)









