Rekonstruksi dan Rehabilitasi Arsip ASN Terdampak Bencana di Medan

Pejabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Timur Tumanggor saat mengikuti penyelenggaraan Rekonstruksi dan Rehabilitasi Arsip ASN Terdampak Bencana di Wilayah Kantor Regional VII BKN Medan.(Foto. Diskominfo Sumut)

MEDAN l Ersyah.com l Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) bersama Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan instansi daerah melakukan pemulihan, rekonstruksi, serta rehabilitasi dokumen dan arsip kepegawaian Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terdampak bencana banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumatera Barat.

“Ini untuk memastikan administrasi kepegawaian tetap berjalan sekaligus memitigasi risiko kehilangan dan kerusakan dokumen akibat bencana,”kata Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi (Pj Sekdaprov) Sumut Timur Tumanggor.

Pada Penyelenggaraan Rekonstruksi dan Rehabilitasi Arsip ASN Terdampak Bencana di Wilayah Kantor Regional VII BKN Medan serta penyerahan bantuan Dewan Pengurus Nasional KORPRI, Selasa (29/9/2026) di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Medan.

Timur menyampaikan, arsip kepegawaian memiliki peran strategis dalam berbagai proses manajemen ASN. Bahan, data dan dokumen kepegawaian dibutuhkan untuk proses pengangkatan, kepangkatan, jabatan, pengembangan karier, pemenuhan hak kepegawaian, hingga purnabakti dan pemberian hak pensiun.

Karena itu, Timur meminta jajaran pengelola kepegawaian meningkatkan pengamanan, pemutakhiran, pencadangan, dan integrasi data dengan tetap memperhatikan keamanan informasi serta ketentuan kearsipan.

Direktur Arsip Kepegawaian ASN BKN Ruri Citra Diani menyampaikan, berdasarkan pendataan di wilayah terdampak bencana, terdapat 7.879 PNS pada 12 instansi di Sumut, 54.768 PNS pada 18 instansi di Sumatera Barat, dan 59.231 PNS pada 11 instansi di Aceh.

Data tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan arsip kepegawaian yang terdampak bencana.

Hingga 25 September 2026, sebanyak 3.516.539 arsip ASN pada 39 instansi terdampak bencana di Indonesia telah berhasil diselamatkan. Jumlah itu meningkat signifikan dibandingkan capaian pada 1 Desember 2025 yang tercatat sebanyak 1.142.925 arsip ASN.

Ruri menyebut, peningkatan tersebut juga menunjukkan kesadaran ASN dalam menyimpan dan mendigitalisasi arsip semakin berkembang.

Deputi Bidang Sistem Informasi dan Digitalisasi Manajemen ASN BKN RI Jumiati mengatakan, pengelolaan arsip ASN merupakan bagian penting untuk mewujudkan layanan manajemen ASN yang mudah, cepat, dan berkualitas. Hal itu sejalan dengan Surat Edaran Kepala BKN Nomor 11 Tahun 2025 tentang Perlindungan dan Pemanfaatan Arsip ASN melalui Lemari Digital Document Management System (LeDi-DMS).

“BKN mengintegrasikan pengelolaan arsip ASN, baik dokumen yang sejak awal berbentuk digital maupun hasil alih media dari dokumen fisik. Sistem tersebut ditujukan untuk memastikan arsip ASN tetap terlindungi, valid, mudah diakses, dan dapat dimanfaatkan penguatan layanan manajemen ASN berbasis data,”jelasnya.(red01)