
MEDAN l Ersyah.com l Aparatur Sipil Negara (ASN) harus terus meningkatkan kualitas spiritual dan keimanan dalam menjalankan tugas sehari- hari.
Selain itu, ASN juga dituntut adaptif terhadap perkembangan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut).
“Sseluruh ASN sudah selayaknya menjadikan tugas dan jabatan sebagai ladang ibadah sekaligus bentuk tanggungjawab kepada masyarakat,”kata Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution saat mengikuti pengajian rutin ASN dan non ASN, Rabu (21/10/2026) di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut.
Bobby, pengajian kali ini dikemas berbeda dengan konsep interaktif berbasis digital serta mengangkat tema aktual mengenai pemanfaatan teknologi.
“Pertanggungjawaban kita selain kepada Allah SWT, pertanggungjawaban kita di dunia ini juga kepada masyarakat. Fasilitas dan gaji yang kita dapatkan bersumber dari masyarakat Sumatera Utara. Karena itu, mari kita jalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya agar menjadi jalan menuju surga dan mendapatkan syafaat Rasulullah,” ujar Bobby.
Ia juga mengapresiasi inovasi dalam pelaksanaan pengajian rutin yang digelar secara interaktif dan tidak monolog.
“Metode ini relevan dengan perkembangan zaman sekaligus dapat memberikan pengalaman baru bagi kita semua,”ucap Bobby.
Ketua Forum Komunikasi Kerohanian Islam (FOKKUS) Badan Pembinaan Rohani Islam (Babinrohis) Sumut, Damri Tambunan menyebut, pengajian kali ini berbeda dari pengajian sebelumnya, para jemaah diajak berinteraksi langsung dengan memanfaatkan smartphone (Android) masing-masing. Dan hari ini mengusung tema “Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk Pelaksanaan Tugas sebagai Pembuat Kebijakan Aparatur Sipil Negara”.
“Tema ini dipilih agar seluruh ASN mandiri menggunakan teknologi digital, termasuk dalam penulisan e-kinerja di MyASN, serta memudahkan ASN mendapatkan informasi secara efektif dan efisien demi terwujudnya Sumut yang berkah, maju, dan berkelanjutan,” jelas Damri.
Ia menambahkan, ke depan FOKKUS Babinrohis terus memperluas jangkauan pembinaan rohani Islam hingga ke BUMD, rumah sakit, perguruan tinggi, serta membentuk kepengurusan di kabupaten/kota se-Sumatera Utara di akhir Oktober 2026.
Sementara itu, Ustaz Wahfiudin Sakam dalam ceramah singkat mengajak para jemaah memanfaatkan kemajuan teknologi AI secara bijak, baik untuk menunjang pelaksanaan tugas maupun sebagai sarana dakwah dan amal jariyah.
Ustaz Wahfiudin juga mengingatkan pergeseran metode dakwah dan penyampaian pesan di era modern melalui pendekatan storytelling yang mampu menginspirasi.
“Dakwah saat ini perlu beralih ke storytelling, cerita yang memberi inspirasi dan motivasi. Kita bisa memanfaatkan AI untuk menggali gagasan relevan hingga membuat konten video menarik yang lebih mudah diterima dalam mengedukasi gnerasi muda,” ungkapnya.(MY/red01)









