
BATUBARA.Ersyah.com l Sorotan publik terhadap kinerja pemberantasan narkoba di Kabupaten Batubara kembali mengemuka.
Sabar S, seorang tokoh masyarakat, dengan tegas menilai penindakan Satnarkoba Polres Batubara selama ini masih menyasar “pemain kecil”, sementara jaringan besar tetap tak tersentuh.
“Penindakan polisi masih sebatas pemain kecil. Wajar masyarakat bertanya, ada apa? Kalau tidak sanggup, bekerjasama saja dengan Tim Polda Sumut. Yang penting Batubara bersih dari narkoba,” tegas Sabar S, Senin, (24/11/2025).
Kritik masyarakat kini semakin menguat. Publik menunggu langkah nyata dan terukur dari aparat, bukan sekadar alasan.
Di tengah kecemasan akan maraknya peredaran narkoba, tuntutan transparansi dan hasil konkret menjadi keharusan.
Isu kebocoran informasi setiap kali dilakukan penggerebekan juga menjadi pertanyaan besar di tengah masyarakat. Meski operasi dilakukan berulang di lokasi yang diduga kuat sebagai sarang bandar, pelaku masih kerap lolos dan tak satu pun berhasil ditangkap.
Di sisi lain, Kasat Narkoba Polres Batubara AKP Ramses P. Panjaitan dikonfirmasi wartawan membantah keras tudingan bahwa pihaknya tidak memiliki akses dan informan yang kuat.
“Itu indikasi yang tidak benar. Semua sudah kita coba. Tergantung informen. Ini kerja jaringan, mereka juga bisa membaca gerakan kita. Kadang sebelum kita masuk, mereka sudah tahu,”kata AKP Ramses.
Ia bahkan menyebut situasi di lapangan sangat ketat, sampai-sampai jaringan diduga sudah memasang CCTV untuk memonitor pergerakan petugas. Karena itu, ia meminta keterlibatan kepala dusun, kepala desa, dan tokoh masyarakat untuk mendampingi setiap proses penindakan.
“Keamanan kami jamin, termasuk keluarga para informen. Kerja kita harus rapi, tidak bisa sembarangan. Kalau bocor, bisa terjadi gesekan di lapangan,”tambahnya.
Menjawab pertanyaan wartawan terkait sulitnya menjangkau jaringan bandar besar, AKP Ramses kembali menegaskan, semuanya bergantung pada ketajaman informan.
“Kalau informen bisa masuk ke dalam jaringan, itu mudah. Tapi kalau belum, ya kita tunggu update-nya. Ini bukan kerjaan sembarangan, ini jaringan,” ujarnya.
Terkait minimnya jumlah penangkapan selama sebulan terakhir, Kasat menyatakan bahwa sebenarnya banyak kasus diungkap, hanya saja tidak semuanya dirilis ke media.
“Banyak, tapi tidak semua kami sampaikan. Mau berapa datanya? Yang kecil-kecil banyak,” tutup AKP Ramses.(red01)









