Pantauan Ketat SPBU di Batubara

Personil Polsek jajaran Polres Batubara saat mengecek penyaluran BBM di SPBU.(Foto. Humas Pol BB)

BATUBARA.Ersyah.com l Sejumlah Polsek di wilayah Polres Batubara melakukan patroli, deteksi, dan monitoring intensif di seluruh SPBU dan SPBUN, menyusul kelangkaan BBM yang sempat terjadi beberapa hari terakhir.

Langkah ini upaya pemulihan stabilitas pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Batubara.

Ketersediaan BBM memiliki pengaruh langsung terhadap aktivitas transportasi, dunia usaha, serta pergerakan ekonomi masyarakat.

Sejak Rabu (10/12/2025) pagi, Polsek Labuhan Ruku, Lima Puluh, Indrapura dan Medang Deras bergerak serentak melakukan pengecekan stok BBM serta memastikan tidak ada gangguan distribusi.

Patroli dipimpin masing-masing Kapolsek mendapati sebagian besar SPBU sudah kembali menerima suplai, meski beberapa jenis BBM, terutama Pertamax, Dexlite dan Solar masih terbatas di sejumlah titik.

Di wilayah Polsek Labuhan Ruku, pengecekan menunjukkan stok Pertalite relatif aman dengan ketersediaan mencapai 10.000–24.000 liter di beberapa SPBU. Pertamax dan Solar menjadi jenis yang paling fluktuatif, sementara Bio Solar di SPBUN Bogak tercatat aman dengan 5.000 liter.

Kapolsek Labuhan Ruku, AKP Cecep Suhendra, memastikan antrean kendaraan sudah terkendali dan tidak terjadi kemacetan.

“Arus lalu lintas normal, masyarakat dapat membeli BBM tanpa hambatan,” ujarnya.

Untuk wilayah Polsek Lima Puluh, SPBU Simpang Gambus mencatat stok Bio Solar mencapai 80.000 liter, jumlah yang dikategorikan aman untuk kebutuhan transportasi dan pelaku usaha. Namun, Pertamax dan Dexlite masih nihil.

Pihak SPBU mengungkap keterlambatan kedatangan mobil tangki Pertamina menjadi penyebab utama minimnya stok. Pengiriman kembali normal dan diperkirakan mencapai lokasi pada pukul 15.00 WIB.

Kasi Humas Polres Batubara, AKP Ahmad Fahmi, menyebut hasil laporan patroli di wilayah Indrapura berjalan lancar dengan antrean kendaraan tetap tertib.

Di SPBU Suka Raja, stok Pertalite mencapai 8.000 liter, sementara Dexlite tersedia 4.800 liter. SPBU Sipare-pare memiliki komposisi stok yang lebih lengkap dengan Pertamax, Bio Solar, dan Dexlite masih tersedia.

“Tingkat kecemasan masyarakat mulai menurun karena kehadiran personil memastikan situasi tertib,”kata AKP Fahmi.

Situasi berbeda di wilayah Polsek Medang Deras. Sebagian besar SPBU masih mengalami kekosongan hampir semua jenis BBM. SPBU Pakam tercatat nihil pada seluruh jenis BBM, sementara SPBU Pagurawan hanya memiliki 1.000 liter Pertalite dan 2.000 liter Dexlite.

Kapolsek Medang Deras, AKP AH. Sagala, menyampaikan, keterlambatan suplai dari Terminal BBM Pertamina Belawan menjadi penyebab utama kelangkaan. Meski demikian, antrean tetap tertib dan arus kendaraan lancar.

Kelangkaan yang terjadi beberapa hari memberi tekanan pada pelaku usaha transportasi, logistik, hingga UMKM yang bergantung pada distribusi barang. Stabilnya kembali suplai BBM menjadi faktor kritis untuk menjaga ritme ekonomi lokal.

Dengan suplai pasokan BBM mulai kembali normal dan pengawasan ketat aparat kepolisian, namun pemantauan tetap dilanjutkan hingga distribusi benar-benar stabil di seluruh wilayah.(mn)