
MEDAN.Ersyah.com l Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution terus menggebrak sektor pendidikan dengan menempatkannya sebagai prioritas utama pembangunan daerah.
“Mulai tahun 2026, Pemerintah provinsi Sumut menggratiskan sekolah bagi SMA/SMK di Kepulauan Nias serta wilayah terdampak bencana,”kata Gubernur Bobby saat mendampingi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Abdul Mu’ti pada Peresmian Sekolah Penerima Bantuan Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025, Minggu (4/1/2026).di SMK Negeri 7 Medan.
Bobby menegaskan, Pemprov Sumut tidak membiarkan pendidikan lumpuh meski bencana melanda. Tercatat, 50 SMA/SMK di Sumut terdampak banjir dan longsor pada awal tahun 2025. Namun proses belajar mengajar dipastikan tetap berjalan.
“Senin besok semester genap dimulai. Pemprov Sumut siap total menjalankan kegiatan belajar mengajar. Dua sekolah yang terdampak berat terus kami tangani secara serius,”tegas Bobby.
Sebagai langkah nyata, Bobby mengumumkan sekolah gratis tahun 2026 untuk seluruh SMA/SMK di Kepulauan Nias serta daerah terdampak bencana, yakni Langkat, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, dan Kota Sibolga.
“Di Kepulauan Nias masih banyak desa tertinggal. Negara harus hadir. Sekolah kami gratiskan, sekolah unggulan dan sekolah rakyat juga kami bangun demi mendukung visi Presiden,”ucapnya.
Bobby juga menekankan pentingnya kolaborasi kuat pusat dan daerah untuk melahirkan SDM unggul Sumut sebagai penopang Indonesia Emas 2045.
“Kami ingin anak-anak Sumut menjadi penyumbang emas bagi bangsa,” katanya.
Sementara itu, Menteri Dikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan, pemerintah pusat all out menjalankan Asta Cita keempat Presiden, yakni pembangunan SDM berkualitas.
“Secara nasional, anggaran revitalisasi mencapai Rp16,9 triliun untuk 16 ribu sekolah. Bantuan ini harus dimanfaatkan maksimal,”tegas Abdul Mu’ti.
Khusus Sumut, pemerintah pusat mengucurkan Rp852 miliar untuk revitalisasi 897 satuan pendidikan, meliputi PAUD hingga SMK dan SLB.
Selain itu, 1.778 papan interaktif digital telah disalurkan guna mendorong pembelajaran modern pada semester genap 2026.(red01)









