Bursa Panas Golkar Sumut, Hendri Yanto Sitorus Makin Dominan

Hendri Yanto Sitorus figur kuat yang dinilai punya peluang memimpin Golkar Provinsi Sumatera Utara.(Foto. Istimewa)

MEDAN.Ersyah.com l Bursa perebutan kursi Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Sumatera Utara (Sumut) terus menghangat. Nama Bupati Labuhanbatu Utara (Labura), Hendri Yanto Sitorus, mencuat sebagai figur kuat yang dinilai punya peluang besar memimpin Golkar Sumut sekaligus menjadi kunci kemenangan partai untuk Pilkada mendatang.

Penilaian itu disampaikan akademisi UIN Sumatera Utara, Dr. Suheri Harahap, dalam analisis sosio-politik menanggapi dinamika internal Golkar.

Menurutnya, Hendri bukan sekadar kandidat, tetapi sosok dengan daya tawar politik tinggi.

“Perolehan suara 88,05 persen di Kabupaten Labuhanbatu Utara adalah bukti nyata kekuatan elektoral dan solidnya mesin politik yang ia bangun,”kata Suheri, Sabtu (10/1/2026).

Capaian itu lanjut Suheri, menunjukkan kepemimpinan Hendri yang efektif serta kemampuannya mengonsolidasikan basis pemilih, modal krusial bagi Golkar yang tengah menyiapkan strategi besar menuju Pilkada serentak.

Secara ideologis dan strategis, Hendri juga dinilai sejalan dengan arah transformasi Golkar di bawah kepemimpinan Ketua Umum Bahlil Lahadalia serta roadmap demokrasi yang digagas Ahmad Doli Kurnia Tanjung.

Posisi ini membuatnya berada di jalur utama arus kekuatan baru Golkar nasional.

Tak hanya itu, Hendri dianggap mampu memainkan peran sebagai jembatan politik Sumut, meredam dikotomi lama antara kawasan Tapanuli dan Pesisir Timur, sekaligus menyatukan kekuatan sosial-politik lintas wilayah.

Dari sisi jejaring, Hendri memiliki modal politik keluarga yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Kakak-adiknya menduduki posisi strategis, Erni Ariyanti Sitorus sebagai Ketua DPRD Sumut dan Trinovi Khairani Sitorus sebagai anggota DPR RI. Konstelasi ini memperkuat garis konsolidasi Golkar dari daerah hingga pusat.

“Ini bukan sekadar kekuatan personal, tapi sudah menjadi jaringan politik yang matang,”ucap Suheri.

Namun demikian, jalan Hendri menuju pucuk pimpinan Golkar Sumut tidak sepenuhnya mulus. Ia diprediksi akan menghadapi isu politik dinasti serta potensi resistensi elite politik di Kota Medan yang selama ini menjadi pusat gravitasi kekuasaan partai.

Untuk menembus sekat tersebut, Hendri dituntut membuktikan diri bukan hanya sebagai figur populer, tetapi sebagai arsitek kemenangan politik dengan kinerja elektoral yang terukur, konsolidasi internal yang solid, serta kemampuan membangun koalisi strategis lintas kekuatan.

“Jika mampu melewati ujian ini, Hendri Yanto Sitorus bukan hanya berpeluang memimpin Golkar Sumut, tetapi juga berpotensi menjadi poros baru kekuatan politik Sumatera Utara menjelang pertarungan besar kedepan,”tutupnya.(F.Sinaga)

iklan