Pemprov Sumut Sediakan Rp45 Miliar Untuk Tebing Sungai Batang Serangan

Kepala Bidang Perencanaan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Sumatera Utara saat memberikan keterangan dengan wartawan.(Foto. Diskominfo Sumut)

MEDAN l Ersyah.com l Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) memastikan proyek penguatan tebing Sungai Batang Serangan, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat, dilaksanakan pada 2026.

Kepala Bidang Perencanaan Dinas PUPR Sumut, Rizal Hasibuan menjelaskan, proyek tersebut dilaksanakan menyusul abrasi parah di sejumlah titik yang telah mengancam permukiman warga. Karenanya kegiatan itu masuk dalam Proyek Strategis Daerah (PSD) sektor infrastruktur pengendalian banjir dengan alokasi anggaran Rp45 miliar.

“Tahun 2026 anggaran sudah kita kunci. Rp45 miliar kita siapkan, ini khusus untuk penanganan Sungai Batang Serangan,” tegas Rizal usai temu pers di Kantor Gubernur Sumut, Rabu (28/1/2026).

Menurutnya, Pemprov Sumut akan membangun tanggul permanen sepanjang 800 meter. Proyek ditargetkan mulai berjalan setelah kontrak rampung pada Maret 2026.

“Target kita jelas, Maret seluruh kontrak selesai dan pekerjaan langsung berjalan,”terangnya.

Pemprov Sumut sebelumnya telah menurunkan alat berat dan membangun tanggul semi permanen untuk menahan abrasi selama masa tanggap bencana. Tahun 2026, penanganan tersebut ditingkatkan menjadi permanen sesuai anggaran yang telah disahkan.

Pembangunan ini merupakan instruksi langsung Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution dalam menyediakan infrastruktur yang kuat dan melindungi keselamatan warga.

Sungai Batang Serangan telah ditinjau langsung Gubernur pada akhir 2025, sebagai dasar percepatan penanganan.

Selain Langkat, Pemprov Sumut juga menyiapkan serangkaian proyek pengendalian banjir di berbagai daerah pada 2026. Di antaranya rehabilitasi Waduk Tanjungpura (Langkat), perkuatan tebing Sungai Aek Haidupan sepanjang 150 meter di Tapanuli Utara, serta perkuatan tebing Sungai Gomo sepanjang 100 meter di Nias Selatan.

“Pemprov Sumut serius menghadapi ancaman banjir dan abrasi, sekaligus memperkuat perlindungan infrastruktur dan keselamatan masyarakat di wilayah rawan bencana,”tutup Rizal Hasibuan.(red01)