
BATUBARA l Ersyah.com l Aksi sigap personil Polairud Tanjung Tiram patut diapresiasi.
Masalahnya, para personil tersebut berhasil menyelamatkan 64 nyawa dari kapal di perairan Batubara
Kapal nelayan yang ditumpangi para wisatawan itu mengalami kerusakan mesin di perairan Pulau Salah Namo, Kabupaten Batubara, dan dievakuasi dengan selamat, Selasa (24/3/2026).
Informasi diterima, insiden menegangkan itu terjadi, Senin (23/3/2026) sekitar pukul 16.00 Wib. Kapal yang tengah menuju Pulau Salah Namo tiba-tiba mengalami kerusakan mesin. Situasi semakin genting ketika air laut mulai masuk ke dalam kapal, memaksa seluruh penumpang menyelamatkan diri ke pesisir pulau.
Menerima laporan darurat tersebut, personil Polairud Tanjung Tiram bergerak cepat dan sekitar pukul 18.00 Wib, tim berangkat menuju lokasi dengan menyewa dua kapal nelayan milik warga setempat.
Setibanya di lokasi, petugas menemukan kapal dalam kondisi karam, sementara seluruh penumpang telah berhasil mencapai daratan dalam keadaan selamat.
Proses evakuasi dilakukan pada pukul 20.30 Wib. Dalam kondisi malam hari dan perjalanan laut yang cukup panjang, petugas tetap menjalankan misi kemanusiaan dengan penuh kehati-hatian.
Hasilnya, Selasa (24/3/2026) pukul 02.30 Wib dini hari, seluruh penumpang berhasil tiba dengan selamat di Pelabuhan Tanjung Tiram.
Kedatangan para korban disambut unsur Forkopimda Kabupaten Batubara. Para penumpang kemudian diberikan bantuan berupa makanan, minuman, serta upah-upah sebagai bentuk kepedulian.
Diketahui, 64 penumpang tersebut terdiri dari dua rombongan wisatawan asal Medan dan Pekanbaru serta dua anak buah kapal (ABK). Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini dan seluruh penumpang dalam kondisi sehat.
Usai pendataan, para penumpang dipulangkan ke daerah masing-masing menggunakan fasilitas bus dari Pemerintah Kabupaten Batubara maupun kendaraan pribadi.
Kasi Humas Polres Batubara, AKP P Tamba menjelaskan, dua ABK kapal masih dimintai keterangan Sat Reskrim Polres Batubara untuk penyelidikan lebih lanjut.
Kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat melakukan perjalanan laut, khususnya dengan memastikan kondisi kapal benar-benar layak berlayar.(mn)









