
SERGAI I Ersyah.com l Tim Penggerak PKK Sumatera Utara (Sumut) turun langsung melakukan supervisi desa dan kelurahan, mendorong kader agar semakin aktif menggerakkan 10 Program Pokok PKK demi menyongsong Indonesia Emas 2045.
Kegiatan berlangsung di Aula Sultan Serdang, Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), bukan hanya rutinitas pembinaan. Tapi menjadi ajang memperkuat peran kader, khususnya Dasa Wisma sebagai ujung tombak perubahan di tingkat keluarga, Selasa (7/4/2026).
Staf Ahli 1 TP PKK Sumut, Titiek Sugiharti, menegaskan, keberhasilan program PKK sangat bergantung pada kolaborasi semua pihak.
Ia menyebut, Dasa Wisma memiliki posisi strategis karena langsung bersentuhan dengan masyarakat.
“Kehadiran Dasa Wisma adalah kunci agar program PKK benar-benar dirasakan hingga ke tingkat rumah tangga,”ujarnya.
Bukan hanya itu, PKK Sumut juga mulai beradaptasi dengan era digital. Melalui aplikasi SI PANDA, pelaporan dan pendataan bisa dilakukan lebih cepat, akurat, dan efisien tanpa bergantung pada administrasi berbasis kertas.
“Digitalisasi ini membuat gerakan PKK semakin tertib dan mampu menunjukkan capaian nyata di lapangan,”tambah Titiek.
Wakil Bupati Adlin Tambunan mendukung penuh pemerintah dalam memperkuat PKK sebagai mitra strategis pembangunan masyarakat.
“Kami ingin kolaborasi melahirkan keluarga yang maju dan tangguh, sejalan dengan visi Sergai Maju, Tangguh, dan Berkelanjutan,” katanya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Sergai, Rosmaida Darma Wijaya menyebut, supervisi sebagai kesempatan emas untuk evaluasi dan peningkatan kualitas kader.
“Ini bukan hanya pengawasan, tapi juga motivasi bagi kami untuk terus berkembang dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,”ungkapnya.
Ia menambahkan, kegiatan menjadi ruang belajar penting bagi kader agar mampu menjalankan peran secara optimal di desa masing-masing.
“Semangat kolaborasi, inovasi digital, dan penguatan peran kader, supervisi ini diharapkan mampu memastikan seluruh program PKK berjalan efektif dan benar-benar meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari desa untuk Indonesia emas,”tutupnya.(red01)









