
BATUBARA l Ersyah.com l Polres Batubara melalui jajaran Polsek Lima Puluh melakukan patroli dan monitoring ketat di sejumlah SPBU guna memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) tetap aman dan terkendali.
Kasi Humas Polres Batubara, AKP P. Tamba menyampaikan, kegiatan yang dimulai sejak pagi dipimpin lpda Yulfian Tarigan bersama personil lainnya. Langkah diambil sebagai respons atas kekhawatiran masyarakat terkait isu kelangkaan BBM yang belakangan beredar.
Di sejumlah SPBU wilayah Kecamatan Lima Puluh, ketersediaan BBM terpantau dalam kondisi stok masih tersedia dan distribusi tetap berjalan.
Di SPBU Simpang Gambus, Pertalite 12.000 liter, Pertamax 5.000 liter, SPBU Sumber Padi, Pertalite 16.800 liter, Pertamax 11.920 liter dan SPBU Pulau Sejuk, Pertalite 30.000 liter, Pertamax 19.100 liter
Ditempat lain, hasil monitoring Sat Intelkam Polres Batubara di 14 SPBU lainnya juga memperlihatkan secara umum stok BBM masih tersedia, meskipun terdapat beberapa jenis bahan bakar yang mengalami kekosongan sementara di titik tertentu.
“Polisi memastikan situasi di lapangan tetap kondusif. Hingga saat ini, belum ditemukan antrean panjang kendaraan di SPBU wilayah Kabupaten Batubara,”kata AKP Tamba.
Ditegaskan, menurut pihak SPBU yang ditemui petugas, distribusi dari Pertamina ke sejumlah SPBU saat ini sedang berjalan, sehingga pasokan terus bertambah.
Dari hasil analisa petugas dilapangan, kondisi ini bukan disebabkan kelangkaan nyata, melainkan dipicu fenomena panic buying di tengah masyarakat.
Hal ini terjadi setelah munculnya pernyataan Menteri ESDM terkait stok nasional yang disebut cukup untuk 20 hari, namun tanpa penjelasan rinci sehingga menimbulkan salah persepsi.
Selain itu, isu tertahannya kapal pengangkut minyak mentah di Selat Hormuz turut memperkeruh situasi dan memicu kekhawatiran.
Polres Batubara mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Warga juga diminta bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi agar tidak memperparah situasi.
“Stok masih aman, distribusi berjalan. Jangan terpancing isu yang belum tentu benar,”ungkap Kasi Humas.(mn)









