Stok BBM Menipis, Distribusi di Batubara Jadi Sorotan, Polisi Kawal Ketat

Personil Polres Batubara saat melakukan pengecekan stok BBM di SPBU.(Foto. Humas Pol BB)

BATUBARA l Ersyah.com l Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU wilayah hukum Polsek Air Putih terpantau terbatas.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran terhadap kelancaran distribusi energi di daerah yang menjadi jalur strategis lintas Sumatera tersebut, meski hingga saat ini belum terjadi antrean panjang masyarakat.

Kapolres Batubara melalui Kasi Humas, AKP P. Tamba mengungkapkan, pengecekan langsung terus dilakukan personil,Selasa (14/4/2026) petang oleh jajaran Polsek Air Putih.

Monitoring difokuskan pada stok BBM serta kesiapan pengamanan di sejumlah SPBU.

Hasil koordinasi seluruh SPBU yang diperiksa mengalami keterbatasan stok, dengan variasi pasokan yang cukup signifikan antar lokasi.

Di SPBU Suka Raja misalnya, Pertalite masih tersisa 25.000 liter, sementara Bio Solar hanya 1.200 liter. Kondisi lebih kritis terlihat di SPBU Sipare-pare yang tercatat tidak memiliki stok Bio Solar sama sekali.

Sementara itu, di wilayah Simpang Kopi, pasokan Bio Solar justru relatif lebih tinggi mencapai 24.000 liter, menunjukkan adanya ketimpangan distribusi antar titik.

Adapun SPBU Tanjung Seri mencatat stok Pertalite hanya 8.000 liter, angka yang tergolong rendah untuk kebutuhan harian.

Meski demikian, pihak SPBU disebut telah melakukan penebusan ulang ke Pertamina guna menjaga keberlanjutan pasokan.

Dari sisi lalu lintas dan distribusi, Satuan Lalu Lintas Polres Batubara juga melakukan patroli di jalur utama Jalan Lintas Sumatera, khususnya di kawasan Sei Bejangkar dan Sei Balai.

Patroli ini bertujuan memastikan kelancaran distribusi BBM serta mencegah potensi gangguan keamanan.

Secara umum, kondisi di lapangan masih terkendali. Tidak ditemukan antrean panjang di SPBU, dan aktivitas pengisian BBM berjalan normal.

Namun, terbatasnya stok di berbagai titik menjadi sinyal perlunya perhatian lebih terhadap sistem distribusi energi, terutama di daerah yang bergantung pada jalur logistik darat.

Dalam perspektif ekonomi, keterbatasan stok BBM meski belum berdampak langsung pada kepanikan pasar, tetap berpotensi memengaruhi sektor transportasi dan distribusi barang jika tidak segera diantisipasi.

Stabilitas pasokan menjadi kunci menjaga harga dan aktivitas ekonomi tetap bergerak di tengah tekanan logistik.(mn)