
ASAHAN l Ersyah.com l Air mata haru, doa yang dipanjatkan menyatu dalam prosesi Walimatul Safar dan Tepung Tawar pelepasan 26 calon jamaah haji (Calhaj),Kamis (16/4/2026) di Aula PT Socfindo Kebun Aek Loba, Kecamatan Aek Kuasan, Kabupaten Asahan.
Kegiatan bukan hanya sebagai tradisi, tetapi menjadi detik-detik sakral yang menandai awal perjalanan menuju panggilan ke tanah suci Mekkah.
Dalam aula dipenuhi keluarga, tokoh masyarakat dan pejabat daerah yang datang mengiringi langkah para tamu Allah tersebut.
Sebanyak 26 calon jamaah terdiri, 16 orang dari Kecamatan Aek Kuasan dan 10 dari Aek Ledong, sebagai sosok-sosok terpilih memiliki kesempatan menjejakkan kaki di Tanah Suci, yang dirindukan jutaan umat Muslim.
Turut hadir, Wakil Bupati (Wabup) Asahan Rianto bersama jajaran TP PKK, Camat Aek Ledong Ade Helmi, Camat Aek Kuasan Sayful Anwar, tokoh agama, hingga unsur TNI-Polri, menambah kekuatan doa dan dukungan.
“Keberangkatan haji bukan hanya perjalanan pribadi, tetapi juga kebanggaan dan doa seluruh masyarakat,”kata Wabup Rianto dalam sambutannya.
Wabup Rianto menyampaikan pesan -pesan mendalam di balik ibadah haji.
“Bapak dan Ibu adalah orang-orang pilihan Allah SWT. Tidak semua mendapat kesempatan ini. Syukuri dan jalani dengan penuh keikhlasan,”ujarnya,
Ia juga mengingatkan tentang perjalanan haji bukanlah perjalanan ringan. Diperlukan fisik yang kuat, mental yang tangguh, serta rasa kebersamaan yang tinggi.
“Terus jaga kesehatan, saling membantu, dan tetap kompak. Di sanalah nilai ibadah itu semakin terasa,”pesan Rianto.
Kegiatan juga diisi dengan tausiyah disampaikan Ustadz H. Zaidun Sihombing. Dengan gaya yang menyentuh, ia mengajak para jamaah meluruskan niat, bahwa setiap langkah di Tanah Suci harus dilandasi keikhlasan semata-mata karena Allah SWT.
Kini, 26 calon jamaah dengan harapan mengiringi semoga mereka diberi kesehatan, kelancaran, dan kembali dengan kemuliaan sebagai haji mabrur, membawa pulang keberkahan bagi keluarga dan tanah Asahan.
Menjelang penutupan, doa-doa dipanjatkan dengan penuh harap. Isak tangis tak terbendung dari keluarga yang melepas, seakan menjadi saksi bahwa perjalanan bukan hanya tentang jarak, tetapi tentang iman dan pengorbanan.(PMN10)









