
BATUBARA l Ersyah.com l Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Divisi Profesi dan Pengamanan Polri (Divpropam) bersama Staf Logistik Polri (Slog) turun melakukan inspeksi senjata api di Polres Batubara, Sabtu (18/4/2026). Pemeriksaan berlangsung ketat, menyasar seluruh lini hingga ke tangan personil. Hasilnya nihil pelanggaran.
Di tengah meningkatnya sorotan publik terhadap potensi penyalahgunaan senjata api oleh aparat, langkah ini menjadi lebih dari sekadar formalitas. Ini adalah uji integritas.
Tim Mabes Polri “menyisir” setiap aspek administrasi, kondisi fisik senjata, hingga kecocokan data inventaris.
Dipimpin Kombes Pol Herry Affandi dan didampingi AKBP Teguh, pemeriksaan dilakukan hingga level paling bawah, Polsek dan senjata yang dipinjam pakai ke personel. Fokusnya memastikan tidak ada senjata “liar”, tidak ada data fiktif, dan tidak ada kelalaian yang berpotensi fatal.
Kapolres Batu Bara, AKBP Doly Nelson H. H. Nainggolan, menyebut hasil tersebut sebagai bukti disiplin internal berjalan. Namun ia menolak berpuas diri.
“Ini bukan sekadar hasil baik, tapi standar yang harus terus dijaga. Tidak boleh ada satu pun celah penyimpangan,” tegasnya.
Fakta di lapangan menunjukkan seluruh senjata dan amunisi tercatat rapi, terawat, dan sesuai SOP. Tidak ditemukan selisih data maupun indikasi penyalahgunaan. Sebuah capaian yang, di satu sisi, menenangkan, namun di sisi lain menuntut konsistensi tanpa henti.
Kapolres pun mengeluarkan peringatan keras kepada jajarannya: senjata api bukan sekadar perlengkapan, melainkan simbol kewenangan negara yang tidak boleh disalahgunakan.
“Tidak ada toleransi. Kelalaian sekecil apa pun bisa berakibat fatal. Gunakan senjata api secara profesional, sesuai aturan,”ujarnya.(mn)









