
MEDAN l Ersyah.com l Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, melantik Pejabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Sulaiman Harahap, sebagai Koordinator Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi/Debarkasi Medan.
Pelantikan digelar secara hybrid di Asrama Haji Medan, Jumat (17/4/2026).
Irfan dalam arahan mengingatkan bahwa jabatan tersebut merupakan amanah untuk memastikan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan jemaah berjalan optimal sejak di embarkasi.
Ia menekankan untuk selalu berkoordinasi yang rapi dan efektif antar petugas.
“Tahun ini adalah pertama kalinya Kementerian Haji dan Umrah memegang penuh penyelenggaraan haji. Meski diwarnai dinamika geopolitik Timur Tengah yang berdampak pada harga penerbangan, pelayanan tetap berjalan lancar tanpa membebani jemaah, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto,”katanya.
Irfan menekankan agar petugas memberikan layanan yang cepat, tepat, dan manusiawi.
Embarkasi, kata dia, harus menjadi titik awal kehadiran negara bagi jemaah, tanpa prosedur berbelit atau informasi yang membingungkan.
Perhatian khusus juga diminta bagi kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan.
“Sebanyak 54 persen jemaah adalah perempuan, mayoritas lulusan SD dan ibu rumah tangga, sehingga membutuhkan pendekatan komunikasi yang lebih sederhana dan jelas,”pesannya mengingatkan.
Sementara itu, Sulaiman Harahap menyebut penunjukan dirinya sebagai amanah besar yang mengandung tanggung jawab administratif sekaligus moral dan spiritual.
Ia berjanji menjalankan tugas dengan integritas, profesionalisme, dan keikhlasan demi kenyamanan jemaah.
Usai pelantikan, Sulaiman bersama Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sumut, Zulkifli Sitorus, meninjau uji coba konsumsi (meal test) jemaah di pesawat.
Uji coba ini bertujuan memastikan makanan memenuhi standar gizi, higienitas, dan sesuai selera jemaah, guna menjaga kondisi fisik selama perjalanan.
“Pelayanan haji bukan hanya administratif, tetapi juga menyangkut kenyamanan dan kemanusiaan. Keberhasilannya membutuhkan sinergi lintas sektor yang kuat,”pungkas Sulaiman.(red01)









