
BATUBARA l Ersyah.com l Tradisi Tepung Tawar menjadi penanda awal perjalanan spiritual 193 jemaah calon haji yang akan segera bertolak ke Tanah Suci Mekah.
Prosesi yang kental dengan nuansa adat Melayu ini bukan sekedar seremoni.
Di balik tiap percikan tepung tawar, terselip doa, harapan, dan restu agar para tamu Allah diberi keselamatan serta kelancaran dalam menunaikan rukun Islam kelima.
Acara dihadiri Bupati Batubara H. Baharuddin Siagian, unsur Forkopimda, tokoh agama, hingga keluarga jemaah yang tampak haru melepas keberangkatan orang-orang tercinta, Senin (20/4/2026) Aula Kantor Bupati Batubara.
Rangkaian kegiatan diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan sambutan dari Ketua IPHI dan Kepala Kantor Kementerian Agama Batubara.
Pelaksanaan diisi santunan kepada 20 anak yatim.
Bupati menyampaikan, tradisi ini adalah simbol rasa syukur sekaligus doa bersama.
“Ini sebagai penguat kebersamaan antar jemaah agar saling menjaga dan mengingatkan selama di tanah suci,”katanya.
Ia mengingatkan para jemaah untuk menjaga kesehatan, pola hidup, serta sikap selama menjalankan ibadah, mengingat perjalanan haji menuntut kesiapan fisik dan mental.
Acara ditutup dengan tausiyah dan doa yang dipimpin Ustad Zulkarnain Siregar.
Informasi data dihimpun, total 193 jemaah tergabung dalam Kloter 4, terdiri dari 188 jemaah (114 perempuan dan 74 laki-laki) serta 5 petugas haji. Mereka dijadwalkan berangkat pada 24 April 2026.
Kegiatan dipantau ketat jajaran personil Polres Batubara termasuk Wakapolres, Kompol Supendi.
“Semoga seluruh jemaah kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur,”ucap Wakapolres saat dimintai tanggapannya.(mn)









