Soal Ricuh Pelantikan KA KAMMI, Pemprov Sumut Angkat Suara

Kasatpol PP Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Moettaqen Hasrimi.(Foto. Diskominfo Sumut)

MEDAN l Ersyah.com l Suasana pasca pelantikan Pengurus Keluarga Alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KA KAMMI) Sumatera Utara (Sumut) berubah ricuh, (19/4/2026) di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut.

Insiden itu memicu sorotan publik, meski Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut menegaskan kejadian tersebut murni dinamika internal organisasi.

Kasatpol PP Provinsi Sumut, Moettaqien Hasrimi menegaskan, Pemprov tidak terlibat dalam persoalan yang memicu keributan itu.

“Kami tidak mengetahui detail persoalannya, ini kemungkinan internal KAMMI. Kericuhan terjadi setelah Wakil Gubernur Sumut , H Surya, selesai acara dan meninggalkan lokasi,”kata Moettaqien, Senin (20/4/2026).

Dijelaskan, situasi yang semula tertib berubah cepat menjadi ricuh. Begitu keributan pecah, aparat Satpol PP bersama Personil kepolisian langsung turun tangan untuk meredam situasi agar tidak semakin meluas.

“Petugas di lapangan langsung sigap bersama pihak kepolisian untuk melerai keributan hingga kondisi kembali kondusif,” tambahnya.

Akibat insiden tersebut, seorang anggota Satpol PP, Rahmat Daulay, menjadi korban pukulan dan harus menjalani visum di Rumah Sakit Haji Medan. Sejumlah pihak yang diduga terlibat juga telah diamankan kepolisian untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Moettaqien berharap kejadian serupa tidak kembali terulang, terutama dalam kegiatan yang melibatkan banyak peserta di lingkungan kantor pemerintahan.

“Kami harap ke depan ada konsolidasi yang lebih baik dari pihak penyelenggara sebelum acara berlangsung,”pintanya.

Di sisi lain, Pengamat Pemerintahan UIN Sumut, Aminuddin, menilai insiden sebagai alarm serius bagi Pemprov Sumut dalam mengelola penggunaan fasilitas negara.

“Ini harus menjadi evaluasi bersama, khususnya bagi Pemprov Sumut,”ucapnya.

Ia bahkan menyarankan agar Aula Raja Inal Siregar lebih difokuskan untuk kegiatan resmi pemerintahan guna mengurangi potensi risiko serupa di masa mendatang.

“Sebaiknya kedepan pemanfaatan Aula RIS difokuskan untuk kegiatan pemerintahan saja karena berada di lingkungan kantor gubernur,”pesannya.

Informasi, peristiwa terjadi sesaat setelah Wakil Gubernur Sumut, H.Surya, meninggalkan lokasi acara pelantikan.(red01)