Aksi Brutal Massa Pecah, Polres Batubara Kendalikan Situasi

Massa aksi saat menyerbu’ masuk ke Polres Batubara, gambaran simulasi sispam kota.(Foto. Humas Pol BB)

BATUBARA l Ersyah.com l Suasana pagi yang awalnya tenang di Lapangan Apel Polres Batubara, Senin (27/04/2026) sekitar pukul 08.30 WIB, mendadak berubah mencekam. Teriakan massa menggema,“menyerbu” area pengamanan. Asap tipis mulai membumbung, botol beterbangan, dan situasi tampak tak terkendali, namun semua itu adalah bagian dari simulasi dramatis dalam Latihan Sistem Pengamanan Kota (Sispam Kota).

Di bawah komando Kabag Ops Kompol Zulham, ratusan personil bergerak cepat dan terukur.

Kapolres Batubara AKBP Doly Nelson HH Nainggolan bersama Wakapolres Kompol Supendi, serta para Pejabat Utama turut menyaksikan langsung jalannya latihan yang dirancang menyerupai kondisi riil di lapangan.

Pada tahap awal, situasi masih terkendali. Massa aksi dihadapi dengan pendekatan humanis oleh tim negosiator.

Personil Dalmas awal tampak sabar mengawal jalannya aksi. Namun ketegangan meningkat saat memasuki skenario “situasi kuning”.

Massa mulai tak terkendali. Dorongan, teriakan, hingga aksi provokatif memicu kericuhan. Dalam hitungan detik, Dalmas lanjutan diterjunkan. Barikade diperkuat. Komando tegas menggema. Petugas bergerak disiplin mengurai kerumunan, mengamankan provokator, hingga meredam aksi anarkis yang disimulasikan berupa pelemparan dan pembakaran.

Adegan diserbu massa itu menjadi puncak latihan dengan memperlihatkan kesiapsiagaan dan ketangguhan personil dalam menghadapi ancaman nyata terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kapolres Batubara melalui Kasi Humas AKP P Tamba menjelaskan, latihan bukan hanya simulasi, melainkan langkah strategis untuk memastikan seluruh personil siap menghadapi berbagai potensi gangguan kamtibmas, khususnya pada objek vital di tengah masyarakat.

“Latihan ini juga memperkuat sinergi antar fungsi dan memastikan setiap anggota memahami peran serta tanggung jawabnya dalam situasi darurat sesuai SOP,”katanya.

Ia menyebut, dengan latihan yang intens dan penuh tekanan seperti simulasi, maka nilai tanggap personil bisa dikendalikan saat berada dilapangan.

“Personil siap siaga, cepat tanggap dan tak gentar menghadapi segala bentuk ancaman demi menjaga keamanan masyarakat,”tutupnya.(mn)