118 CJH Labura Dilepas, Bupati Tekankan Solidaritas di Tanah Suci

Bupati Kabupaten Labura, Dr H.Hendriyanto Sitorus bersama Wakil Bupati, Dr H.Samsul Tanjung didampingi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah melepas 118 calon jamaah haji.(Ersyah/F.Sinaga)

LABURA l Ersyah.com l Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labura melepas keberangkatan 118 calon jemaah haji (CJH) yang tergabung dalam Kloter 13, Selasa (5/5/2026), di Aula Dewi Syukur, Kantor Bupati Labura.

Prosesi pelepasan dipimpin Bupati Labura, Dr H.Hendri Yanto Sitorus, didampingi Wakil Bupati Dr H.Samsul Tanjung.

Kegiatan bukan hanya seremoni tahunan, tetapi menjadi pengingat akan tanggung jawab besar yang diemban para jemaah sebagai duta daerah di Tanah Suci.

Dalam sambutan, Bupati menekankan  kesiapan mental, fisik serta kedisiplinan selama menjalankan rangkaian ibadah haji.

Ia mengingatkan, tantangan di Tanah Suci bukan hanya soal ibadah, tetapi juga adaptasi terhadap perbedaan budaya, makanan, hingga fasilitas. Karena itu, kesabaran dan kemampuan menahan emosi menjadi kunci utama.

“Jangan mudah terpancing, apalagi hanya karena hal-hal kecil seperti makanan atau fasilitas. Fokus utama adalah ibadah,”ucapnya.

Bupati juga mengingatkan solidaritas antar sesama jemaah. Secara khusus meminta jemaah yang lebih muda dan melek teknologi untuk tidak bersikap individualistis, melainkan aktif membantu jemaah lanjut usia, terutama dalam penggunaan perangkat digital yang kini menjadi bagian dari sistem pelayanan haji.

Selain itu, penggunaan kartu identitas setiap saat ditekankan sebagai langkah antisipatif terhadap potensi risiko di tengah padatnya aktivitas jutaan jemaah dari berbagai negara.

Bupati meminta agar para jemaah mengesampingkan ego pribadi, termasuk dalam urusan pembagian kamar. Kebersamaan dan sikap saling menerima sebagai kunci menciptakan kenyamanan selama di Tanah Suci.

“Di sana, tidak ada lagi sekat. Semua adalah keluarga dalam ibadah,”ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Dr. H. Samsul Tanjung menambahkan prosesi tepung tawar dan upah-upah yang digelar dalam rangkaian acara bukan hanya tradisi, melainkan simbol penguatan moral dan spiritual.

Ia juga mengingatkan para jemaah untuk mengikhlaskan sementara urusan duniawi, termasuk keluarga dan pekerjaan, demi fokus menjalankan panggilan ibadah.

“Luruskan niat, kuatkan hati. Ini bukan perjalanan biasa, tetapi perjalanan suci,” ungkapnya.

Pelepasan jemaah haji Labura tahun ini diharapkan tidak hanya menghasilkan ibadah yang lancar, tetapi juga melahirkan jemaah yang mampu menjaga nama baik daerah serta kembali dengan predikat haji mabrur dan hajjah mabruroh.(F.Sinaga)