Dari Danau Toba Hingga Pesisir Batubara, Inalum Aksi Pelestarian Lingkungan

Lokasi bendungan milik PT Inalum dengan lokasi alam yang hijau.(Foto.Istimewa)

BATUBARA l Ersyah.com l PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) terus memperkuat perlindungan lingkungan melalui pengembangan ekosistem industri hijau yang mengedepankan keberlanjutan, efisiensi sumber daya, dan tanggung jawab terhadap kelestarian alam.

Mengusung semangat “Tumbuh Harmoni dengan Alam untuk Masa Depan Berkelanjutan”, perusahaan terus membangun fondasi industri yang tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat.

Informasi yang diterima Ersyah.com, Rabu (10/6/2026) dari Head of Corporate Communication (Corcomm) PT Inalum menyebutkan, menjaga lingkungan hidup merupakan bagian penting dari tanggung jawab perusahaan sebagai pengelola sumber daya alam yang diamanatkan pemerintah.

“Lingkungan hidup yang kita nikmati hari ini bukan hanya milik kita, tetapi juga titipan bagi generasi mendatang. Menjaga alam berarti menjaga kualitas udara, air, serta keberlangsungan kehidupan untuk masa depan,”tulis Utrich Farzah.

Sebagai bukti nyata terhadap keberlanjutan, Inalum telah menerbitkan Environmental Product Declaration (EPD) untuk produk Aluminium Ingot G1 yang terdaftar dalam The International EPD System dan berlaku hingga tahun 2030.

Sertifikasi tersebut bentuk transparansi perusahaan dalam mengukur dan mengomunikasikan dampak lingkungan dari produk yang dihasilkan.

Selain itu, perusahaan juga menjalankan sejumlah program strategis untuk menekan emisi dan meningkatkan efisiensi lingkungan.

Operasional pabrik didukung energi listrik yang berasal dari pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang ramah lingkungan.

Inlum juga telah mengganti penggunaan bahan bakar solar dengan gas alam cair (LNG) dalam proses pemanggangan anoda guna mengurangi emisi karbon.

Di sektor produksi, pabrik peleburan aluminium dilengkapi sistem pembersihan gas yang mampu menekan polusi dari emisi gas buang seperti HF, SOx, NOx, dan partikulat.

Perusahaan juga menerapkan teknologi kontrol blue box untuk mencegah pelepasan gas rumah kaca jenis Perfluorocarbon (PFC) yang berpotensi mempercepat pemanasan global.

Pelestarian lingkungan adalah wujud perusahaan mendukung terhadap keberlanjutan Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba. Program tersebut dijalankan melalui empat fokus utama, yakni konservasi air, konservasi hutan, konservasi lahan, dan penguatan kapasitas masyarakat.

Bahkan sepanjang periode 2022–2024 Inalum telah merehabilitasi kawasan mangrove seluas 22,9 hektare dengan menanam lebih dari 114.250 bibit mangrove di Kabupaten Batubara.

Selain itu, perusahaan juga menanam sekitar 515.000 pohon di area seluas 1.130 hektare di kawasan DTA Danau Toba.

Langkah itu menjadi bukti Inalum tidak hanya berfokus pada pertumbuhan industri, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah operasional perusahaan.

“Inalum berharap dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian alam untuk generasi mendatang melalui berbagai program yang dilaksanakan,”tutupnya.(red01)