Hadapi Risiko Gempa dan Tsunami, Pemprov Sumut Terima Rekomendasi Sesko TNI

Pejabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Sulaiman Harahap bersama Wakil Komandan Sesko TNI Mayjen TNI Teguh Puji Raharjo saat menerima Naskah Executive Summary.(Foto. Diskominfo Sumut)

MEDAN l Ersyah.com l Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menerima Naskah Executive Summary hasil Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Perwira Siswa Pendidikan Reguler (Dikreg) ke-55 Sesko TNI tahun Anggaran 2026.

Dokumen tersebut memuat sejumlah rekomendasi strategis, terutama terkait penguatan mitigasi bencana dan kesiapsiagaan menghadapi ancaman gempa megathrust di wilayah Sumut.

Naskah diserahkan Wakil Komandan Sesko TNI Mayjen TNI Teguh Puji Raharjo kepada Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sulaiman Harahap,Kamis (11/6/2026) di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut.

Sulaiman mengatakan, berbagai rekomendasi yang disampaikan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan dan penguatan kebijakan daerah, khususnya di sektor kebencanaan.

“Rekomendasi ini penting untuk meningkatkan efektivitas implementasi kebijakan kebencanaan, memperkuat sinergi pemerintah daerah dengan unsur pertahanan, mengembangkan sistem peringatan dini, meningkatkan kapasitas kelembagaan, serta memperkuat perencanaan pembangunan berbasis mitigasi risiko bencana,”katanya.

Menurutnya, Sumatera Utara memiliki tingkat kerawanan yang tinggi terhadap bencana geologi. Wilayah pesisir barat Sumatera, termasuk Kepulauan Nias, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Mandailing Natal, berada pada kawasan yang berpotensi terdampak gempa bumi dan tsunami.

Karena itu, pembangunan daerah harus dilakukan dengan mempertimbangkan aspek mitigasi risiko secara terencana dan berkelanjutan.

Sulaiman juga menegaskan, penanggulangan bencana tidak dapat dilakukan satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, dunia usaha, akademisi, media, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat.

Sementara itu, Wadan Sesko TNI Mayjen TNI Teguh Puji Raharjo menegaskan, ancaman megathrust harus menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan.

“Ancaman megathrust ini harus diantisipasi. TNI memiliki tugas melindungi masyarakat, bangsa, dan negara dari berbagai ancaman. Potensi megathrust menjadi salah satu ancaman yang harus dihadapi melalui operasi militer selain perang,”ucapnya.

Teguh menjelaskan, kegiatan KKDN merupakan bagian dari proses pendidikan strategis bagi para perwira siswa untuk memperkuat kemampuan analisis, memperluas wawasan kebangsaan, serta membangun sinergi antar lembaga dalam menghadapi berbagai tantangan nasional.

Selama tiga hari pelaksanaan KKDN di Sumut, para peserta melakukan observasi dan kajian lapangan yang menghasilkan sejumlah rekomendasi.

Salah satu poin utama yang disoroti adalah pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam seluruh tahapan penanggulangan bencana, mulai dari mitigasi, penyelamatan korban, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga penguatan regulasi.

“Kolaborasi tidak boleh berhenti pada slogan. Harus diwujudkan dalam langkah konkret agar dampak bencana dapat diminimalkan dan keselamatan masyarakat lebih terjamin,”tukas Teguh.(red01)