
JAKARTA l Ersyah.com l PT Indonesia Asahan Aluminium (inalum), menorehkan kinerja terbaik sepanjang 50 tahun sejarah berdirinya perusahaan.
Capaian tersebut dipaparkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di Kantor Inalum, Gedung Energi, SCBD Jakarta.
RUPST menyetujui lima agenda utama, termasuk pengesahan Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Konsolidasian 2025, penggunaan laba bersih perseroan, serta perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi.
Perusahaan anggota Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID tesebut dalam laporan keuangan konsolidasian tahun buku 2025 memperoleh opini wajar dalam semua hal yang material dari Kantor Akuntan Publik Purwanto, Susanti dan Surja, anggota Ernst & Young Global Limited.
Atas pengesahan tersebut, seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris memperoleh pelunasan dan pembebasan tanggung jawab penuh (volledig acquit et de charge) atas pelaksanaan tugas pengurusan dan pengawasan selama tahun buku berjalan.
Corporate Secretary Inalum, Mahyaruddin AR menjelaskan, pencapaian tersebut merupakan hasil konsistensi transformasi bisnis yang dijalankan perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.
“Pencapaian tahun buku 2025 merupakan hasil dari konsistensi transformasi operasional, peningkatan efisiensi, serta kolaborasi seluruh insan Inalum dan dukungan Grup MIND ID,”ujarnya.
Kinerja terbaik sepanjang sejarah perusahaan ini menjadi bukti bahwa strategi penguatan daya saing dan hilirisasi yang dijalankan telah memberikan hasil yang nyata.
Bahkan sepanjang tahun 2025, Inalum mencatatkan kinerja keuangan terkuat sejak perusahaan berdiri. Pendapatan perseroan tumbuh 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya, ditopang peningkatan volume penjualan dan membaiknya harga jual aluminium di pasar.
Selai itu kata Mahyaruddin, pertumbuhan tersebut mendorong laba bersih konsolidasian naik 15 persen secara tahunan (year-on-year), sementara EBITDA melonjak 17 persen. “Ini memperkuat posisi Inalum sebagai produsen aluminium terintegrasi terbesar di Indonesia sekaligus tulang punggung program hilirisasi mineral nasional,”katanya.
Di sisi operasional, Inalum membukukan produksi aluminium sebesar 280.082 metrik ton pada 2025 atau meningkat sekitar 2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara volume penjualan mencapai 280.141 metrik ton, naik sekitar 1 persen secara tahunan.
Kedua capaian tersebut menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah perusahaan atau all-time high sejak Inalum berdiri lima dekade lalu.
Lonjakan produksi didorong keberhasilan penyelesaian Proyek Pot Upgrading yang meningkatkan kapasitas produksi terpasang menjadi sekitar 274 ribu ton per tahun. Proyek tersebut dilakukan melalui modernisasi teknologi tungku reduksi menjadi arus 235 kA pada 170 tungku di Potline 2.
Fundamental bisnis Inalum juga tercermin dari tingkat kesehatan perusahaan yang berada pada kategori “AA” dengan klasifikasi “Sehat”. Perseroan juga mempertahankan Final Rating idAA-/Stable serta Standalone Rating idA+(sa) dari PEFINDO.
Sementara itu, pencapaian Key Performance Indicators (KPI) Kolegial Tahun 2025 mencapai 85,54 persen berdasarkan hasil audit, dengan Peringkat Komposit Risiko berada pada Level 2.
“Dalam aspek tata kelola, penerapan prinsip ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) meningkat signifikan dari 81,01 persen pada 2024 menjadi 87,54 persen pada 2025. Kenaikan tersebut menunjukkan perusahaan terus memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan praktik bisnis berkelanjutan,”jelas Mahyaruddin.
Selain membukukan kinerja finansial yang solid lanjut Mahyaruddin, Inalum juga memperluas kontribusi sosial dan lingkungan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Sepanjang tahun 2025, perusahaan menyalurkan beasiswa kepada 145 penerima manfaat, memberikan pelatihan kepada 110 guru, menanam 15.000 pohon mangrove, membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di tiga lokasi, serta menyalurkan pendanaan bagi pelaku usaha mikro dan kecil.
Program tersebut dijalankan melalui pendekatan Strategic Empowerment dan Strategic Engagement yang berorientasi pada dampak jangka panjang bagi masyarakat.
“Inalum optimistis mampu mempertahankan tren pertumbuhan positif, memperkuat hilirisasi aluminium nasional, serta meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian dan pembangunan industri strategis Indonesi,”tukasnya.
RUPST juga menyetujui perubahan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan.
Susunan Dewan Komisaris terdiri atas Musa Bangun sebagai Komisaris Utama dan Komisaris Independen, Indra Simarta, Ali Said, Hari Soebagijo sebagai Komisaris Independen, serta Kardwiyana Ukar sebagai Komisaris.
Sementara jajaran Direksi dipimpin Melati Sarnita sebagai Direktur Utama, didampingi Ken Permana sebagai Direktur Keuangan, Ivan Ermisyam sebagai Direktur Operasi, Arif Haendra sebagai Direktur Strategi Korporasi, Pengembangan Usaha dan Komersial, serta Kemal Sudiro sebagai Direktur Sumber Daya Manusia dan Transformasi Bisnis.(red01)









