
ASAHAN l Ersyah.com l Wakil Bupati (Wabup) Asahan, Rianto, menegaskan netralitas panitia dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 itu penting.
Peringatan itu disampaikan saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemilihan Kepala Desa (PPKD), Rabu (24/6/2026) di Hotel Antariksa Kisaran.
Wabup Rianto mengingatkan seluruh penyelenggara agar tidak terlibat dalam praktik keberpihakan kepada calon kepala desa tertentu.
Menurutnya, integritas panitia menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi di tingkat desa.
“Jangan sampai ada panitia yang terlihat berpihak kepada salah satu calon. Kepercayaan masyarakat ada pada Anda semua,”tegas Rianto di hadapan peserta bimtek.
Bimtek yang digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Asahan ini diikuti 124 peserta, terdiri dari 36 anggota PPK, 86 anggota PPKD, serta dua narasumber. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan menghadapi Pilkades Serentak yang dijadwalkan berlangsung pada 7 Oktober 2026.
Kepala Dinas PMD Kabupaten Asahan, Darwinsyah Lubis mengatakan, kegiatan ini bertujuan menyamakan persepsi sekaligus memperkuat pemahaman teknis panitia agar seluruh tahapan pemilihan berjalan sesuai aturan yang berlaku.
“Panitia harus memahami tugas dan tanggung jawabnya secara menyeluruh agar pelaksanaan Pilkades berjalan profesional, tertib, dan minim potensi pelanggaran,”ujarnya.
Pilkades Serentak 2026 akan digelar di 43 desa yang tersebar di 18 kecamatan di Kabupaten Asahan.
Kesiapan panitia menjadi perhatian utama pemerintah daerah guna mengantisipasi berbagai persoalan yang berpotensi muncul selama tahapan berlangsung.
Selain menekankan netralitas, Wabup Rianto juga menginstruksikan Dinas PMD untuk memastikan seluruh kebutuhan teknis dan administrasi telah dipersiapkan secara matang.
Ia meminta tidak ada kendala yang dapat menghambat jalannya proses pemilihan.
“Pemerintah Kabupaten Asahan berharap pelaksanaan Pilkades Serentak 2026 dapat berlangsung aman, jujur, dan menghasilkan pemimpin desa yang mendapat legitimasi kuat dari masyarakat,”ucapnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, para camat, serta sejumlah tamu undangan.(PMN10)









