
BATUBARA l Ersyah.com l Bupati Batubara, Dr. H. Baharuddin Siagian menyebut, Program Aku Hatinya PKK tidak boleh hanya dijadikan ajang mengejar prestasi atau gelar juara.
Sebab, keberhasilan program diukur dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat, terutama dalam meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi keluarga.
“Jangan bercita-cita hanya menjadi juara. Kalau tidak juara, nanti kecewa lalu program berhenti. PKK harus berdampak nyata bagi kesejahteraan warga,”kata Baharuddin saat menyambut Tim Monitoring TP PKK Provinsi Sumatera Utara (Sumut) bersama Ketua dan jajaran TP PKK Kabupaten Batubara,Senin (29/6/2026) di Desa Tanjung Mulya, Kecamatan Air Putih.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari monitoring Desa Percontohan Program Aku Hatinya PKK.
Bupati menekankan, pemanfaatan pekarangan rumah harus menjadi budaya masyarakat, bukan hanya kegiatan seremonial saat penilaian berlangsung.
Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, pekarangan dapat menjadi sumber pangan sekaligus menambah pendapatan keluarga.
“Yang terpenting adalah bagaimana masyarakat benar-benar memanfaatkan lahan kosong di pekarangan rumah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,”ucapnya.
Bupati juga mengajak seluruh masyarakat menjaga konsistensi pelaksanaan program agar Desa Tanjung Mulya tumbuh menjadi desa yang hijau, produktif, dan mandiri, sejalan dengan arah kebijakan Presiden Republik Indonesia memperkuat ketahanan pangan berbasis keluarga.
Selain itu, meminta seluruh jajaran TP PKK hingga tingkat desa menjalankan setiap program sesuai ketentuan.
“Program Aku Hatinya PKK merupakan langkah konkret mengoptimalkan lahan tidur agar memiliki nilai ekonomi dan memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat,”ujarnya.
Tim Monitoring TP PKK Provinsi Sumut dipimpin Arviani Safitri, Yosie, serta perwakilan Dinas Pertanian Provinsi Sumut.
Kegiatan turut dihadiri jajaran pengurus TP PKK Kabupaten Batubara, sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta Camat Air Putih.(red01)









