Gubernur Sumut Ingatkan Jangan Jadikan Aplikasi Tameng Malas Layani Warga

Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution didampingi Pejabat Sekretaris Daerah Sulaiman Harahap saat peluncuran Berkah APP, aplikasi pelaporan dan evaluasi pelayanan publik, pada Forum Konsultasi Publik.(Foto. Diskominfo Sumut)

MEDAN l Ersyah.com l Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mengingatkan aparatur sipil negara agar tidak berlindung di balik aplikasi saat memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Jangan bertameng aplikasi, sehingga bermalas-malasan melayani warga yang datang,”tegas Gubernur Bobby pada meluncurkan Berkah APP, aplikasi pelaporan dan evaluasi pelayanan publik, pada Forum Konsultasi Publik, Selasa (30/6/2026) di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut.

Bobby, digitalisasi harus mempermudah pelayanan, bukan menjadi alasan menolak atau mengalihkan warga yang datang menyampaikan keluhan secara langsung.

“Jangan sampai aplikasi justru membuat kita seakan tutup telinga saat masyarakat melaporkan kendala layanan,”tegas Bobby.

Ia menyoroti masih adanya praktik masyarakat yang datang ke kantor pemerintah untuk mengadu, tetapi justru diminta kembali menyampaikan laporan melalui aplikasi. Hal tersebut bertentangan dengan hakikat pelayanan publik.

“Sudah datang langsung, malah diarahkan lewat aplikasi. Kita harus memahami esensi pelayanan publik, bukan sekadar aplikasi,”ucapnya.

Bobby menegaskan Berkah APP hanya menjadi alat untuk mempercepat evaluasi dan menghimpun masukan masyarakat, bukan menggantikan interaksi dan tanggung jawab aparatur dalam melayani warga.

Sementara itu, Kepala Biro Organisasi Setdaprov Sumut Zulkifli mengatakan Berkah APP akan membantu Pemprov Sumut memantau kualitas pelayanan publik di 33 kabupaten/kota secara lebih efisien.

“Melalui aplikasi ini kita harapkan pemerintah dapat lebih cepat mengidentifikasi persoalan, memberikan pendampingan, dan menyusun rekomendasi perbaikan tanpa harus mendatangi seluruh lokasi pelayanan,”tukasnya.(red01)