Panitia PRSU 2022 Jawab Sorotan Tiket

Warga membeli tiket masuk pekan raya Sumatera Utara tahun 2026.(Foto. Diskominfo Sumut)

MEDAN l Ersyah.com l Panitia Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 tahun 2026 menegaskan, harga tiket masuk (HTM) tidak hanya menjadi akses menikmati berbagai rangkaian acara, tetapi juga merupakan bentuk dukungan terhadap pengembangan ekonomi kreatif dan pelestarian budaya Sumatera Utara.

Panitia Bidang Humas PRSU 2026, Farah, mengatakan, berbagai masukan masyarakat terkait harga tiket merupakan hal yang wajar dalam penyelenggaraan event berskala besar.

Seluruh masukan, kata dia, menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan PRSU.

“PRSU ke-50 hadir dengan arah dan wajah baru. Kami tidak lagi menempatkan PRSU sebagai ruang hiburan, tetapi juga sebagai panggung yang mengangkat identitas, budaya, dan potensi Sumatera Utara melalui proses kurasi yang lebih terarah,” ujar Farah kepada wartawan di Medan, Selasa (7/7/2026).

Menurutnya, seluruh pertunjukan seni, budaya, dan ekonomi kreatif yang ditampilkan telah melalui proses kurasi guna memastikan kualitas, keberagaman, serta representasi seluruh etnis di Sumatera Utara.

Bahkan, sekitar 75 persen konten yang dihadirkan merupakan karya pelaku seni, budaya, UMKM, dan ekonomi kreatif lokal.

“Tiket yang dibeli masyarakat tidak hanya untuk menikmati rangkaian acara, tetapi juga ikut mendukung ekosistem ekonomi kreatif dan pelestarian budaya daerah,”ucapnya.

Farah menyebut, penetapan harga tiket juga mempertimbangkan peningkatan kualitas penyelenggaraan, mulai dari aspek keamanan, kenyamanan, fasilitas, hingga program yang lebih berkualitas.

Panitia juga ingin menghadirkan PRSU sebagai ruang yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, mulai dari keluarga, generasi muda, pelaku UMKM, komunitas seni dan budaya, hingga kalangan profesional dan dunia usaha.

“Kami berharap PRSU menjadi ruang bersama yang mempertemukan seluruh elemen masyarakat dalam satu panggung kebanggaan Sumatera Utara,” ujarnya.

Panitia juga menegaskan tetap terbuka terhadap seluruh kritik dan masukan sebagai bahan evaluasi agar penyelenggaraan PRSU di masa mendatang semakin baik, inklusif, dan memberi nilai tambah bagi masyarakat.(red01)