
BATUBARA l Ersyah.com l Bupati Batubara, Dr H.Baharuddin Siagian, optimistis Kabupaten Batubara mampu menjadi daerah surplus beras.
Keyakinan itu disampaikannya saat menghadiri Panen Raya Program Lumbung Pangan Padi BAZNAS di Dusun II, Desa Kuala Gunung, Kecamatan Datuk Lima Puluh, Rabu (22/7/2026).
Menurut Baharuddin, potensi tersebut didukung luas lahan persawahan yang mencapai sekitar 20 ribu hektare.
Namun, untuk mewujudkannya dibutuhkan dukungan bibit unggul, sarana produksi pertanian, pestisida, serta sistem irigasi yang memadai.
“Jika seluruh potensi pertanian dikelola dengan baik, Batubara sangat berpeluang menjadi daerah surplus beras,”katanya.
Panen raya itu dihadiri Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid, Wakil Bupati Syafrizal, jajaran pemerintah daerah, serta pengurus BAZNAS.
Kegiatan menjadi wujud kolaborasi pemerintah daerah dan BAZNAS dalam memperkuat ketahanan pangan melalui pemberdayaan petani berbasis zakat produktif.
Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid mengatakan, Program Lumbung Pangan telah berkembang di 35 sentra pertanian di Indonesia, termasuk Kabupaten Batubara. Program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi pangan, tetapi juga memperkuat kesejahteraan petani.
Di Kabupaten Batubara, program ini melibatkan 258 petani mustahik yang mengelola lahan seluas 180,30 hektare di Kecamatan Datuk Lima Puluh, Air Putih, Sei Balai, dan Datuk Tanah Datar.
Pada kesempatan itu, BAZNAS menyalurkan bantuan Program Lumbung Pangan senilai Rp373,3 juta kepada Kelompok Tani Al Ikhlas, Al Hidayah, dan Al Munawwarah.
Sementara Kelompok Tani Sepakat menyerahkan zakat pertanian sebesar Rp16 juta kepada BAZNAS Kabupaten Batubara sebagai hasil dari keberhasilan program pemberdayaan tersebut.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan santunan kepada anak yatim dan panen padi bersama sebagai simbol keberhasilan sinergi pemerintah, BAZNAS, dan petani dalam memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Batubara.(red01)









