Perkuat Pembinaan WBP, Lapas Labuhan Ruku Sinergi Dengan STIT Batubara

Kepala Lapas Kelas IIA Labuan Ruku, Dr Hamdi Hasibuan bersama jajaran pejabat struktural saat menerima Ketua STIT Batubara, Muhammad As’adurrofik, beserta tim akademisi.(Foto. Humas Lapas LR)

BATUBARA l Ersyah.com l Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku terus memperluas kolaborasi dengan dunia pendidikan guna memperkuat program pembinaan warga binaan.

Kali ini, Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Batubara menjajaki kerja sama strategis yang mencakup pendidikan, penelitian, hingga pembinaan mental dan spiritual bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Pertemuan Audensi itu, Kamis (30/7/2026), yang diterima langsung Kepala Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku, Dr. Hamdi Hasibuan, bersama jajaran pejabat struktural.

Audensi itu merupakan tindak lanjut surat permohonan kerja sama dari Yayasan Pendidikan Islam Batubara Sejahtera yang diwakili Ketua STIT Batubara, Muhammad As’adurrofik, beserta tim akademisi.

Saat pertemuan, kedua belah pihak membahas peluang pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat, penelitian, kuliah lapangan, serta pelibatan dosen dan mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran dan pembinaan keagamaan di lingkungan Lapas.

Kalapas Labuhan Ruku, Dr. Hamdi Hasibuan menyebut, sinergi dengan perguruan tinggi menjadi langkah untuk memperkuat pembinaan warga binaan agar memiliki bekal intelektual, moral, dan spiritual sebelum kembali ke masyarakat.

“Kolaborasi dengan dunia pendidikan akan memperkaya program pembinaan di Lapas. Harapannya, warga binaan tidak hanya mendapatkan pembinaan kepribadian, tetapi juga peningkatan kapasitas intelektual dan keagamaan sehingga lebih siap menjalani reintegrasi sosial,”ujar Hamdi.

Sementara itu, Muhammad As’adurrofik, menyatakan siap mendukung program pembinaan melalui keterlibatan civitas akademika dalam berbagai kegiatan edukatif dan keagamaan di dalam Lapas.

“Kami berharap melahirkan program pembinaan yang berkelanjutan sekaligus memperkuat implementasi sistem pemasyarakatan yang humanis, inklusif, dan berorientasi pada pemulihan serta pemberdayaan warga binaan,”ucap As’adurrofik.(red01)