23 Tim Adu Skill di Bahagia Cup II Batubara

Salah satu Tim mini soccer bahagia cup II, diabadikan bersama Bupati Batubara.(Foto. Diskominfo BB)

BATUBARA l Ersyah.com l Sebanyak 23 tim dari organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, organisasi, hingga perusahaan se-Kabupaten Batubara adu skill di Turnamen Mini Soccer Bahagia Cup II di Lapangan Sepak Bola, Desa Perkebunan Dolok, PT PP Lonsum Kecamatan Lima Puluh, Senin (10/8/2026).

Turnamen yang memperebutkan Piala Bupati Batubara 2026, digelar Batubara Journalist Football Club (BJFC) untuk menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan yang digejar bukan hanya mencari kemenangan, turnamen juga menjadi panggung mempertemukan satu arena kompetisi.

Laga pembuka mempertemukan Satpol PP FC kontra Konsumen FC.

Persaingan di lapangan sepak bola diharapkan mampu melebur sekat antar instansi, organisasi, maupun perusahaan.

Turnamen dihadiri Bupati Batubara Dr H.Baharuddin Siagian bersama Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata, serta Pelaksana Tugas Kepala BPBD Batubara.

Sejumlah pejabat juga hadir, di antaranya Kepala Desa setempat, Kapolres Batubara yang diwakili Kapolsek Lima Puluh, Manager PT Lonsum Dolok Estate Indra Matondang, Organisasi Pemuda, Ketua KONI Batubara, serta tamu undangan lainnya.

Ketua Panitia, Solehudin Pelka menjelaskan, Bahagia Cup II diikuti 23 tim yang berasal dari OPD, kecamatan, organisasi, dan perusahaan di Kabupaten Batubara.

Bupati Baharuddin Siagian berharap, turnamen olahraga tidak boleh berhenti pada urusan menang dan kalah. Karena itu, olahraga harus menjadi ruang membangun komunikasi, mempererat silaturahmi, sekaligus memperkuat sinergi antar lembaga dan masyarakat.

“Kompetisi ini bagian upaya merajut tali silaturahmi dan membangun sinergitas sehingga cita-cita dan harapan kita untuk membangun Kabupaten Batubara dapat diwujudkan dengan baik dan benar,”katanya.

Baharuddin juga mendorong agar olahraga menjadi bagian dari strategi membangun generasi muda yang sehat, produktif, berprestasi, dan memiliki lingkungan pergaulan yang positif.

Ia juga mengingatkan pada persoalan narkoba, dengan meminta anak muda tidak menjadi penonton dalam perang melawan penyalahgunaan narkotika, tetapi mengambil peran langsung dari lingkungan terkecil.

“Saya berharap anak-anak muda yang ada di sini jadi agen anti narkoba di lingkungannya dan di keluarganya,”pintanya.

Ia berharap Bahagia Cup II mampu meninggalkan dampak besar dari hanya trofi juara. Turnamen diharapkan menjadi ruang memperkuat persaudaraan, menanamkan sportivitas, sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang sehat, berprestasi, dan bebas narkoba.

“Mari kita jadikan olahraga sebagai wadah mempererat persaudaraan, membangun kebersamaan, menjunjung tinggi sportivitas, serta menciptakan generasi muda yang sehat, berprestasi, dan bebas narkoba,”ajaknya.(red01)