Dilas Labuhan Ruku Narapidana Dijadikan Pribadi Mandiri dan Produktif

Kepala Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku, Dr Hamdi Hasibuan bersama jajaran diabadikan bersama saat berada di dua lokasi rumah ibadah yang diberikan paving block hasil produksi warga binaan pemasyarakatan.(Foto. Humas Lapas LR)

BATUBARA l Ersyah.com l Pembinaan di balik tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku, Kabupaten Batubara tidak berhenti pada pembentukan keterampilan.

Karya para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) benar-benar keluar dari tembok penjara dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

Jajaran Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku meninjau sejumlah sarana ibadah, baik mushola maupun gereja, yang menerima bantuan paving block hasil produksi WBP.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan pemasangan berjalan rapi, kokoh, dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang menggunakan fasilitas tersebut.

Paving block tersebut bukan hanya material bangunan. Produk itu merupakan hasil program pembinaan kemandirian yang dirancang untuk mengasah keterampilan WBP agar memiliki bekal produktif ketika kembali ke tengah masyarakat.

Pemanfaatan karya WBP untuk sarana ibadah lintas agama menunjukkan bahwa pembinaan pemasyarakatan tidak semata berbicara soal keterampilan kerja.

Langkah proses pembinaan di Lapas bukan hanya tentang menjalani masa pidana, tetapi juga mempersiapkan manusia agar mampu kembali ke masyarakat dengan keterampilan dan karakter yang lebih baik.

“Warga binaan tetap memiliki ruang untuk berkarya, berkontribusi, dan memberikan manfaat bagi lingkungan,”kata Kalapas Kelas IIA Labuhan Ruku, Dr.Hamdi Hasibuan, Jumat (14/8/2026).

Ia mengatakan program tersebut sengaja diarahkan untuk menggabungkan keterampilan dengan kepedulian sosial dan toleransi.

“Tujuannya kami narapidana tidak hanya dibina untuk menjalani hukuman, tetapi juga dipersiapkan untuk kembali dan memberi manfaat bagi masyarakat,”ucap Hamdi.

Selain itu, dukungan terhadap program juga datang dari pengurus sarana ibadah penerima bantuan. Paving block karya WBP bisa membantu memperbaiki fasilitas sekaligus menjadi bukti pembinaan di Lapas dapat menghasilkan karya yang memiliki nilai guna di tengah masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa karya WBP benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, terutama meningkatkan kenyamanan beribadah. Pembinaan tidak hanya soal keterampilan membuat bahan bangunan, tetapi juga menanamkan kepedulian, integrasi sosial, dan toleransi. Semoga keterampilan dan karakter positif ini menjadi bekal berharga bagi WBP saat kembali ke masyarakat kelak,”ujar Hamdi.(red01)