APBN 2027 Tembus Rp4.097 Triliun, Gubernur Optimisme ke Rakyat Sumut

Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution didampingi Wakil Gubernur, H.Surya saat mengikuti pidato Presiden Republik Indonesia terkait Rancangan Undang -undang APBN 2027.(Foto. Diskominfo Sumut)

MEDAN l Ersyah.com l Anggaran negara makin besar, target ekonomi makin tinggi. Namun, bagi Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution, ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya angka di atas kertas. Yang paling penting, rakyat harus merasakan dampaknya.

Demikian disampaikan Gubernur Bobby, usai menyaksikan pidato Presiden RI Prabowo Subianto terkait penyampaian Rancangan Undang-Undang (RUU) APBN 2027, Jumat (14/8/2026) di Kantor DPRD Sumut.

Bobby menilai arah kebijakan APBN 2027 menunjukkan optimisme pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menekan kemiskinan dan pengangguran.

“Semangat dan optimisme Presiden dalam membangun Indonesia harus menjadi energi bersama. Bagi Pemerintah Provinsi Sumut, yang terpenting adalah bagaimana kehadiran negara benar-benar dirasakan masyarakat,”ucapnya.

Bobby, Pemprov Sumut akan menerjemahkan semangat tersebut melalui program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, serta penguatan kepedulian sosial akan terus menjadi perhatian pemerintah daerah.

Menurutnya, pembangunan tidak boleh berhenti pada seremoni dan laporan capaian. Infrastruktur harus membuka akses, pelayanan publik harus memudahkan masyarakat, dan program sosial harus menyentuh mereka yang benar-benar membutuhkan.

“Pemerintah harus hadir dirasakan, terutama masyarakat di daerah yang membutuhkan perhatian,”tegasnya.

Bobby juga memastikan arah pembangunan Sumut terus diselaraskan dengan Asta Cita Presiden Prabowo

Presiden Prabowo memberikan penekanan keras dalam pidatonya. Dengan APBN yang mencapai lebih dari Rp4.000 triliun, setiap rupiah uang negara harus memiliki tujuan dan manfaat yang jelas.

Seluruh jajaran pemerintah diminta meningkatkan disiplin, melakukan evaluasi, dan mengutamakan kepentingan rakyat.

“Tugas pemerintah yang paling utama adalah melindungi segenap tumpah darah rakyat dari semua ancaman,”ungkap Prabowo.

Ancaman tersebut, kata Prabowo, bukan hanya perang atau bahaya keamanan, tetapi juga kemiskinan, pemutusan hubungan kerja dan berbagai persoalan yang langsung mengancam kehidupan masyarakat.

Presiden Prabowo mengusulkan APBN 2027 sebesar Rp4.097,2 triliun. Angka tersebut naik sekitar Rp254,5 triliun dibandingkan APBN 2026 sebesar Rp3.842,7 triliun.

Di saat yang sama, pemerintah membidik pertumbuhan ekonomi 6% pada 2027 dengan inflasi dijaga sekitar 2,5%.

Bersama pertumbuhan ekonomi, pemerintah juga memasang target penurunan kemiskinan menjadi 6,0–6,5% dan tingkat pengangguran terbuka menjadi 4,30–4,87%.

Rasio Gini ditargetkan membaik ke level 0,362–0,367, sedangkan Indeks Modal Manusia dipatok meningkat menjadi 0,575.

Target-target tersebut memperlihatkan bahwa APBN 2027 diarahkan bukan hanya untuk membesarkan belanja negara, tetapi juga memperbaiki kualitas hidup masyarakat.

“APBN yang semakin besar dan target pembangunan harus tercapai, tantangan pemerintah bukan membelanjakan anggaran, tetapi memastikan setiap rupiah benar-benar berubah menjadi manfaat yang dirasakan rakyat,”tukas Prabowo.(MY/red01)