181 Petani Asahan Ikuti PSR, Sawit 40 Tahun Diremajakan, 86 Hektare Untuk Padi Gogo

Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin Siregar diabadikan bersama instansi terkait, TNI dan Polisi disela-sela penanaman perdana bibit kelapa sawit sekaligus tanam perdana intercropping padi gogo.(Ersyah/PMN10)

ASAHAN |Ersyah.com l  Sebanyak 181 petani yang tergabung dalam Koperasi Produsen Petani Kelapa Sawit Kesepakatan, Desa Gotting Sodadi, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Kabupaten Asahan, mengikuti Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) pola kemitraan.

Tanaman sawit milik petani yang telah berusia hingga 40 tahun mulai diremajakan untuk mengejar peningkatan produktivitas.

Program tersebut ditandai dengan penanaman perdana bibit kelapa sawit sekaligus tanam perdana intercropping padi gogo bersama Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin Siregar, Senin (31/8/2026) di areal koperasi tersebut.

Ketua Koperasi Produsen Petani Kelapa Sawit Kesepakatan, Saripuddin Sirait menjelaskan, peremajaan dilakukan karena tanaman sawit petani sudah memasuki usia tua dan dinilai tidak lagi optimal untuk menopang produktivitas.

“Peserta program ini sebanyak 181 orang. Tanaman sawit yang kami miliki sudah mencapai usia 40 tahun sehingga sudah waktunya dilakukan peremajaan,”ujar Saripuddin.

Bukan hanya mengganti tanaman sawit, lahan yang diremajakan juga dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan pangan. Sebanyak 86 hektare disiapkan untuk penanaman padi gogo, sementara 98 hektare lainnya akan dimanfaatkan untuk berbagai jenis tanaman.

Saripuddin berharap dukungan pemerintah daerah dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dapat terus diberikan agar program berjalan hingga hasilnya benar-benar dirasakan petani.

“Dukungan dan bantuan dari Forkopimda Kabupaten Asahan kami butuhkan agar pelaksanaan program berjalan lancar hingga manfaatnya dirasakan langsung masyarakat,” katanya.

Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV, Arya Sandhiyudha menyebut, PSR memiliki peran penting, khususnya dalam menjaga keberlanjutan produktivitas perkebunan rakyat.

Melalui pola kemitraan, PTPN IV akan memberikan pendampingan teknis kepada petani selama proses peremajaan.

Arya meminta petani peserta PSR mengikuti bimbingan dan arahan teknis yang diberikan tim PTPN IV agar tanaman baru mampu menghasilkan produktivitas yang lebih baik.

“Petani yang mengikuti Program PSR diharapkan mengikuti segala bimbingan dan arahan dari tim PTPN IV agar hasil panen ke depan dapat meningkat secara signifikan,”ucapnya.

Ia juga berharap program tersebut tidak berhenti pada proses peremajaan, tetapi mampu meningkatkan hasil usaha sekaligus taraf hidup masyarakat.

Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin mengapresiasi kemitraan antara PTPN IV dan kelompok tani di Desa Gotting Sodadi.

Menurutnya, kolaborasi menjadi langkah konkret dalam mendorong produktivitas sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat.

Ia menilai penanaman padi gogo di sela proses peremajaan sawit memiliki nilai strategis karena lahan tetap dapat dimanfaatkan sebelum tanaman sawit menghasilkan secara optimal.

“Program ini patut kita syukuri karena dapat menjadi pendorong peningkatan perekonomian masyarakat di Kabupaten Asahan,”ungkap Taufik.

Menurutnya, program PSR dan intercropping padi gogo juga sejalan dengan agenda pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.

“Ini merupakan bagian dari program nasional yang sejalan dengan upaya pemerintah pusat untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” tuturnya.

Taufik berharap pelaksanaan PSR dan intercropping padi gogo dapat berjalan secara berkelanjutan sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan peserta program, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Kecamatan Bandar Pasir Mandoge dan Kabupaten Asahan.

Kegiatan turut dihadiri Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV, Dandim 0208/Asahan, Kapolres Asahan, Region Head Regional I, General Manager Grup Kebun Asahan, jajaran OPD, Camat Bandar Pasir Mandoge, para kepala desa se-Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, serta undangan lainnya. (PMN10)

Penulis: PMN10 Editor: Mazlan