Austin Tumengkol Maju, Bidik Kursi Ketua PWI Sumut 2026-2031

Austin Tumengkol bersama Pemimpin Umum Erucakra, Wakil Pemimpin Redaksi H Sofyan Harahap, jajaran redaktur, asisten redaktur hingga wartawan Harian Waspada dan Waspada Online.(Foto. Grup SMSI)

MEDAN l Ersyah.com l Kontestasi perebutan kursi Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Sumatera Utara (PWI Sumut) periode 2026-2031 mulai memanas.

Pemimpin Redaksi Harian Waspada dan Waspada Online, Austin Tumengkol, secara terbuka mendeklarasikan diri sebagai kandidat Ketua PWI Sumut untuk Konferensi PWI Sumut 2026.

Deklarasi itu disampaikan Austin di Gedung Bumi Warta Waspada, Medan, Senin (7/9), di hadapan Pemimpin Umum Erucakra, Wakil Pemimpin Redaksi H Sofyan Harahap, jajaran redaktur, asisten redaktur hingga wartawan Harian Waspada dan Waspada Online.

Austin memastikan dirinya siap masuk dalam arena perebutan kepemimpinan PWI Sumut untuk lima tahun ke depan.

Ia meminta dukungan penuh keluarga besar Waspada Group untuk menghadapi konferensi yang dijadwalkan berlangsung akhir November 2026.

“Saya mohon dukungan dari seluruh keluarga besar Waspada Group. Dukungan ini berarti bagi saya dalam mengikuti proses pencalonan sebagai Ketua PWI Sumut nanti,”katanya.

Menurut Austin, keputusan maju bukan hanya dorongan ambisi pribadi. Ia menganggap pencalonan tersebut sebagai bagian dari ikhtiar untuk ikut menentukan arah dan masa depan organisasi profesi wartawan di Sumatera Utara.

PWI tidak boleh berhenti sebagai organisasi administratif atau hanya wadah berkumpul wartawan. Di tengah perubahan lanskap media, disrupsi digital, serta tantangan terhadap independensi pers, PWI dituntut mampu menjadi kekuatan yang menjaga marwah profesi sekaligus meningkatkan kapasitas anggotanya.

“Tantangan wartawan kedepan semakin kompleks. Karena itu, organisasi profesi harus mampu menjadi rumah bersama bagi wartawan, tempat untuk meningkatkan kompetensi, memperkuat profesionalisme sekaligus menjaga independensi dan integritas pers,”ucapnya.

Wakabid Media Siber dan Multimedia PWI Sumut sekaligus Penasihat SMSI Sumut itu menilai transformasi teknologi telah mengubah cara kerja media secara fundamental.

Wartawan dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan digital tanpa kehilangan pijakan terhadap Kode Etik Jurnalistik dan pedoman pemberitaan.

Karena itu, ia ingin kontestasi Ketua PWI Sumut tidak berhenti pada perebutan jabatan, tetapi menjadi memperkuat organisasi dan mengembalikan fokus PWI pada kepentingan profesi serta peningkatan kualitas wartawan.

Austin juga menyadari bahwa kemenangan dalam konferensi tidak mungkin diraih seorang diri. Soliditas internal, komunikasi, dan kemampuan membangun kerja sama dengan berbagai pihak menjadi modal penting dalam melewati seluruh tahapan kontestasi.

“Soliditas dan kerja sama adalah kunci. Tidak ada perjuangan yang bisa dilakukan sendiri. Kita membutuhkan dukungan, komunikasi, dan kebersamaan dari berbagai pihak agar apa yang kita cita-citakan dapat memberikan hasil maksimal,”ujarnya.

Ia menegaskan, pencalonannya akan diarahkan untuk memperkuat kebersamaan di kalangan wartawan Sumatera Utara. Perbedaan pilihan dalam konferensi, kata Austin, harus ditempatkan sebagai bagian dari demokrasi organisasi, bukan menjadi pemicu perpecahan.

“Apapun pilihan kita dalam konferensi, jangan sampai perbedaan itu memecah persaudaraan. Kontestasi harus berlangsung fair, sehat dan bermartabat,”katanya.

Dalam deklarasi tersebut, Austin secara khusus berharap dukungan penuh dari keluarga besar Waspada Group.

Ia juga menyebut perjuangan almarhumah Hj Ani Idrus, tokoh pers Sumatera Utara yang turut memiliki peran dalam pendirian PWI di daerah ini, sebagai salah satu nilai historis yang ingin terus dihormati.

“Saya berharap dukungan dari keluarga besar Waspada Group bukan hanya secara moral, tetapi juga menjadi energi untuk menjalankan proses ini dengan sungguh-sungguh. Apapun hasilnya nanti, saya ingin proses ini dijalani dengan cara yang fair, bermartabat, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai profesionalisme,”pungkasnya.(red01)