
MEDAN l Ersyah.com l Sebanyak 13 purna olahragawan berprestasi asal Sumatera Utara (Sumut) mendapat penghargaan tali asih dari Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution.
Tali asih diberikan sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi para atlet yang telah mengharumkan nama Sumut dan Indonesia di kancah internasional.
Pemberian tali asih itu dilakukan dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Senin (14/9/2026).
Dari 13 penerima, tujuh di antaranya merupakan olahragawan disabilitas dan enam lainnya merupakan olahragawan berprestasi.
Deretan nama penerima tali asih tersebut memiliki rekam jejak prestasi yang membanggakan.
Di antaranya, Sutiyono, legenda balap sepeda yang sukses meraih tujuh medali emas SEA Games, Lidya S. Titaley dengan koleksi empat medali emas, manusia tercepat Asia Mardi Lestari, serta petinju tak terkalahkan Lamhot Simamora.
Dari kalangan atlet disabilitas, terdapat Azhar Panjaitan yang mengoleksi empat medali emas catur ASEAN Para Games, Ismayuddin Simangunsong dengan satu medali emas catur ASEAN Para Games, serta Rosalina Manurung yang meraih enam medali emas catur ASEAN Para Games dan satu medali emas Asian Para Games.
Penerima lainnya yakni Yuddi Ana dengan satu medali emas tolak peluru ASEAN Para Games, Anto Boy dengan tiga medali emas ASEAN Para Games, dan Nasip Farta Simanja yang mengoleksi 10 medali emas catur ASEAN Para Games.
Bobby menyampaikan, pemberian tali asih bukan hanya bentuk penghargaan, tetapi juga wujud apresiasi masyarakat Sumut terhadap para atlet yang telah berjuang membawa nama daerah dan Indonesia ke panggung dunia.
“Ini bentuk apresiasi dan penghormatan masyarakat Sumut karena telah mengharumkan nama Sumut dan Indonesia di dunia, menorehkan prestasi yang luar biasa dan keaktifan bapak/ibu sekalian di dunia olahraga,”ucap Bobby usai memimpin upacara Haornas ke-43.
Selain memberikan penghormatan kepada para legenda olahraga, Bobby menekankan pentingnya membangun budaya olahraga di tengah masyarakat.
Sebab lahirnya atlet-atlet juara tidak terlepas dari kebiasaan masyarakat dalam berolahraga.
Karena itu, budaya olahraga, prestasi, hingga industri olahraga harus dibangun secara bersamaan sebagai sebuah ekosistem yang saling mendukung.
Bobby berharap pembangunan ekosistem olahraga di Sumut dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat, atlet, pembina, dan seluruh pemangku kepentingan.
“Ekosistem olahraga diharapkan tidak hanya mampu mencetak atlet berprestasi, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi,”tutupnya.
Upacara Haornas ke-43 turut dihadiri Pj Sekdaprov Sumut Timor Tumanggor, Ketua KONI Sumut Hatunggal Siregar, Ketua NPCI Sumut Alan Sastra Ginting, Ketua Kormi Muhammad Daffasya Adnan, jajaran OPD Pemprov Sumut, atlet, serta para pegiat olahraga.(MY/red01)









