Pj Sekda Sumut Buka PKA dan PKP 2026, 288 ASN Diminta Terapkan Proyek Perubahan

Pejabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Timur Tumanggor saat membuka pelatihan PKA dan PKP tahun 2026.(Foto. Diskominfo Sumut)

MEDAN l Ersyah.com l Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Pj Sekdaprov Sumut) Timur Tumanggor mengingatkan 288 peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) dan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) tahun 2026 agar tidak menjadikan proyek perubahan hanya formalitas.

“Hasil pelatihan wajib diterapkan di unit kerja masing-masing demi meningkatkan kinerja organisasi dan pelayanan publik,”pesan Timur saat membuka PKA dan PKP, Senin(28/9/2026) di Aula Beringin Lantai 5, Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sumut, Jalan Ngalengko Nomor 1, Medan.

 

Timur menyebut, proyek perubahan bukan merupakan seremoni di diklat, tetapi benar-benar digunakan dan diterapkan di organisasi setelah nanti selesai mengikuti Diklat PKA maupun PKP.

Selain itu, Timur menekankan tiga hal yang harus dipegang peserta selama pelatihan hingga kembali bertugas.

Pertama, integritas. Jabatan adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Peserta diminta menggunakan kewenangan secara bertanggung jawab, bekerja transparan, dan menjauhi praktik yang merugikan diri sendiri maupun organisasi.

Kedua, orientasi pada hasil. Aparatur tidak boleh berhenti pada rutinitas dan urusan administrasi. Setiap pekerjaan harus memberi manfaat dan capaian nyata bagi masyarakat.

Ketiga, inovasi dan kolaborasi, sebab tantangan pemerintahan kian kompleks sehingga tidak semua persoalan bisa diselesaikan satu perangkat daerah. Diperlukan kepemimpinan yang mampu bekerja lintas sektor, memanfaatkan teknologi dan data, serta menggandeng berbagai pemangku kepentingan.

Timur berharap pelatihan dapat melahirkan pemimpin perubahan yang mampu menyederhanakan proses kerja, mempercepat pelayanan, meningkatkan efisiensi anggaran, dan menghadirkan inovasi di unit kerja.

“Pelatihan kepemimpinan ini sarana strategis untuk meningkatkan kompetensi dan kapasitas kepemimpinan aparatur sipil negara (ASN). Aparatur tidak hanya dituntut mampu menjalankan tugas administratif, tetapi juga harus memiliki kemampuan mengambil keputusan, menyelesaikan persoalan, membangun kolaborasi, serta beradaptasi terhadap perubahan,”ucapnya.

Timur juga menyebut keberagaman asal peserta sebagai kekuatan.

“Di sinilah ruang untuk saling belajar, bertukar pikiran, bertukar pengalaman. Mari bangun birokrasi Sumatera Utara yang profesional, berintegritas, inovatif dan berorientasi pada hasil,”ajaknya.

Kepala BPSDM Sumut Agustinus Panjaitan menjelaska, PKA dan PKP 2026 merupakan upaya meningkatkan kompetensi manajerial aparatur, khususnya pejabat administrator dan pengawas.

“Peningkatan kompetensi, pelatihan ini wadah untuk memperkuat jejaring kepemimpinan dan kolaborasi lintas instansi antara peserta, tenaga pengajar, coach, mentor dan penguji,”sebutnya.

Pelatihan diikuti 288 peserta, terdiri atas 154 peserta PKA dan 134 peserta PKP. Mereka berasal dari Pemprov Sumut, pemerintah kabupaten/kota se-Sumatera Utara, dan instansi vertikal. Pelatihan dijadwalkan berakhir pada 18 Desember 2026.

Pembukaan turut dihadiri Wakil Bupati Tapanuli Selatan Jafar Syahbuddin Ritonga, Asisten Administrasi Umum Setdaprov Sumut Muhammad Suib, serta para kepala BKPSDM kabupaten/kota.(red01)