Perairan Batubara-Sergai Jadi Perhatian, Operasi Gabungan Sasar Aktivitas Ilegal

Apel gabungan pelaksanaan operasi perairan wilayah Kabupaten Batubara dan Kabupaten Serdang Bedagai.(Foto. Diskominfo BB)

BATUBARA l Ersyah.com l Pengawasan wilayah perairan Batubara dan Serdang Bedagai (Sergai) diperketat.

Operasi gabungan lintas instansi digelar menyusul potensi wilayah pesisir dan jalur sungai menjadi akses keluar-masuk berbagai aktivitas ilegal, termasuk Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Operasi tersebut diawali dengan Apel Bersama di Lapangan Upacara PT Inalum, Kecamatan Sei Suka, Senin (28/9/2026).

Apel dipimpin Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara, Dr. Parlindungan, sekaligus menandai dimulainya operasi gabungan.

Bupati Batubara, Dr H.Baharuddin Siagian menyebut, operasi penting karena karakter geografis Kabupaten Batubara memiliki garis pantai yang panjang serta sejumlah alur sungai yang berpotensi dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas tanpa pengawasan.

“Kegiatan ini sangat tepat sekali, mengingat panjang pantai Kabupaten Batubara kurang lebih 62 kilometer dan juga banyaknya alur sungai, jadi perlu pengawasan ketat,”kata Baharuddin.

Menurutnya, kondisi tersebut menuntut pengawasan yang kuat dan terintegrasi agar celah di wilayah perairan tidak dimanfaatkan untuk kegiatan melanggar hukum. Ancaman TPPO, keberadaan orang asing, hingga peredaran barang-barang terlarang.

Ia mengajak seluruh instansi terkait memperkuat koordinasi dan meningkatkan kewaspadaan di titik-titik yang dinilai rawan. “Dengan adanya kegiatan ini, kita ingin mengantisipasi agar tidak terjadi tindakan kejahatan yang berkaitan dengan TPPO,”ujarnya.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Batubara juga mendukung terhadap penguatan kelembagaan keimigrasian di daerah, termasuk rencana pembentukan kantor imigrasi di Batubara.

Baharuddin menyatakan kesiapan pemerintah daerah membantu proses tersebut.

“Tolong bantu kami. Kami akan siap melakukan apa pun yang menjadi tugas kita berkaitan dengan pembentukan kantor imigrasi, kelas apa pun di Kabupaten Batubara,”ucapnya.

Dukungan terhadap operasi juga datang dari jajaran Bea dan Cukai. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sumatera Utara, Rudy Rahmaddi, mengapresiasi pelibatan unsur Bea dan Cukai dalam operasi tersebut.

Ia menegaskan sinergi dengan penegak hukum terus diperkuat untuk mengawasi wilayah NKRI dari ancaman keamanan, penyalahgunaan maupun pelanggaran di bidang kepabeanan dan keimigrasian serta gangguan kamtibmas lainnya.

Sementara itu, Dr. Parlindungan menginstruksikan seluruh personil menjalankan tugas secara profesional, tegas dan humanis sesuai SOP serta mengutamakan keselamatan.

Operasi ditandai dengan pemasangan rompi kepada petugas yang bertugas di perairan Batubara dan Serdang Bedagai.

Kegiatan melibatkan unsur Imigrasi, Bea dan Cukai, TNI AL, Polri, Kejaksaan, pemerintah daerah, Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan, Pelindo, PT Inalum serta instansi terkait lainnya sebagai bagian dari upaya memperkuat pengawasan dan menjaga keamanan wilayah perairan.(red01)