Inalum Raih 2 Gold ISDA 2026, Berdayakan Warga Batubara

Gubuk Jamur Dani mempekerjakan lima orang dengan pendapatan kotor mencapai Rp8,6 juta per bulan dan pendapatan bersih sekitar Rp3,609 juta per bulan salah satu penghargaan Gold SDGs Awards 2026 yang diterima PT Inalum.(Foto. Humas Inalum)

BATUBARA l Ersyah.com l Perusahaan PT Inalum melalui program Inalum ISP meraih dua penghargaan Gold dalam ajang Indonesian SDGs Awards (ISDA) 2026. Penghargaan diberikan atas keberhasilan program pemberdayaan masyarakat Bank Sampah Berseri dan Gubuk Jamur Dani di Desa Kuala Tanjung, Kabupaten Batubara.

“Dua penghargaan ini menjadi pengakuan atas upaya Inalum dalam mendorong pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal, sekaligus memperkuat kepedulian terhadap lingkungan dan kemandirian ekonomi warga di sekitar wilayah operasional perusahaan,”kata Kepala Grup Layanan Strategis Inalum, Daniel Hutauruk, Senin (19/10/2026) kepada wartawan.

Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas kolaborasi perusahaan bersama masyarakat dalam mengembangkan program yang memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan.

“Ini bukan hanya pencapaian perusahaan, tetapi juga apresiasi atas proses dan kerja bersama masyarakat. Bank Sampah Berseri dan Gubuk Jamur Dani kami kembangkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat agar mampu mengelola potensi yang ada di lingkungannya menjadi sesuatu yang bernilai,” ujar Daniel.

Dijelaskan, salah satu penghargaan Gold diraih melalui program Bank Sampah Berseri di Desa Kuala Tanjung. Program mengusung pendekatan ekonomi sirkular dengan mendorong masyarakat melihat sampah bukan sebagai limbah, melainkan sumber daya yang dapat memberikan nilai ekonomi.

Bank Sampah Berseri rata-rata mampu mengelola 76.444,6 kilogram sampah organik dan 22.346,8 kilogram sampah anorganik per tahun.

Program itu juga memperkuat kelembagaan bank sampah serta meningkatkan keterlibatan masyarakat dan sekolah sebagai nasabah. Membantu mengurangi timbulan sampah, serta inisiatif menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

“Pengelolaan sampah lebih terarah dan dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekaligus membangun kebiasaan hidup yang lebih ramah lingkungan,”ucap Daniel.

Ia juga menegaskan, penghargaan Gold kedua diraih melalui program Gubuk Jamur Dani, yang inisiatifnya pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui usaha budidaya jamur tiram putih.

Sebelum memperoleh dukungan dari Inalum, Gubuk Jamur Dani memiliki kapasitas produksi sekitar 90 baglog per hari dengan hasil panen berkisar 3–8,5 kilogram per hari.

Melalui bantuan mesin steamer dan pendampingan usaha, kapasitas produksi meningkat menjadi 270 baglog per hari, atau tiga kali lipat dari kapasitas sebelumnya. Hasil panen pun meningkat sekitar 7–22 kilogram per hari.

Pengembangan usaha ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga mencakup pendampingan untuk memperkuat proses budidaya dan mendorong pengelolaan usaha yang lebih produktif serta berkelanjutan.

“Saat ini, Gubuk Jamur Dani mempekerjakan lima orang dengan pendapatan kotor mencapai Rp8,6 juta per bulan dan pendapatan bersih sekitar Rp3,609 juta per bulan,”jelasnya.

Daniel menyebut, capaian tersebut bukti dukungan perusahaan dengan peralatan dan pendampingan yang tepat dapat membantu masyarakat mengembangkan usaha produktif, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat sumber penghasilan keluarga.

“Program Bank Sampah Berseri dan Gubuk Jamur Dani mencerminkan pendekatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Inalum yang menempatkan masyarakat bagian penting dalam proses pemberdayaan,”paparnya.

Daniel menegaskan, keberhasilan program pemberdayaan tidak cukup diukur dari bantuan yang diberikan, tetapi bagaimana kemampuan masyarakat bisa berkelanjutkan dan mengembangkan program secara mandiri.

“Kami ingin program TJSL tidak berhenti pada bantuan. Yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kesempatan untuk mengembangkan kegiatan yang produktif. Dengan begitu, manfaat program dapat terus dirasakan dalam jangka panjang,”ungkap Daniel.

Ia menambahkan, penguatan kapasitas masyarakat dan pengembangan potensi lokal, Inalum terus mendorong pelaksanaan program TJSL agar memberikan manfaat berkelanjutan, baik dari aspek lingkungan maupun ekonomi.

Indonesian SDGs Awards merupakan ajang penghargaan yang diselenggarakan Corporate Forum for CSR Development (CFCD) untuk memberikan apresiasi kepada perusahaan dan lembaga yang menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan serta berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Penilaian ISDA mengacu pada 17 tujuan pembangunan berkelanjutan dan berlandaskan prinsip ISO 26000 sebagai panduan tanggung jawab sosial.

Dengan demikian, raihan dua penghargaan Gold ISDA 2026 memperkuat Inalum untuk terus mengembangkan program pemberdayaan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan.

“Semangat kita tumbuh bersama masyarakat. Inalum bertekad melanjutkan berbagai inisiatif yang dapat menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan,”tutup Daniel.(red01)