
BATUBARA l Ersyah.com l PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum memperkuat efisiensi produksi dan daya saing industri aluminium nasional melalui pengembangan inovasi teknologi.
Sebanyak 119 karya inovasi dari 273 inovator berhasil dihimpun dalam Transformation & Improvement Summit (TIS) 2026, meningkat sekitar 63 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Capaian tersebut upaya penguatan budaya inovasi di lingkungan Inalum Group, terutama dalam mendorong perbaikan proses produksi, optimalisasi operasional, dan transformasi bisnis perusahaan.
Inovasi yang dikembangkan mencakup optimalisasi parameter bath pada proses peleburan aluminium untuk meningkatkan pengendalian produksi, serta pengaturan sudut eccentric counterweight guna mengatasi keretakan anoda.
Selain itu, Inalum juga memperluas pemanfaatan teknologi digital melalui penerapan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pemodelan keuangan perusahaan, serta pengembangan inovasi di bidang energi dan keberlanjutan.
“Kedua solusi tersebut menyasar persoalan teknis yang berkaitan langsung dengan keandalan proses produksi aluminium,”kata Direktur Utama Inalum, Melati Sarnita,Kamis (5/11/2026).
Melati menyebut, inovasi harus menghasilkan dampak nyata terhadap kinerja perusahaan, bukan hanya menjadi gagasan atau prestasi dalam kompetisi.
“Keberhasilan inovasi yang sesungguhnya bukan ketika sebuah karya memenangkan kompetisi, tetapi ketika karya tersebut memberikan manfaat yang berkelanjutan. Jangan sampai ide terbaik kita hanya tersimpan sebagai dokumen,”ujar.
TIS 2026 yang bertema “Innovate to Elevate, Harnessing Technology in Continuous Improvement”, Inalum memperluas ruang pengembangan inovasi ke dalam empat kategori, yakni Teknis Implementasi, Teknis Konseptual, Nonteknis, serta HSE & ESG.
Dari 119 karya yang masuk, sebanyak 39 karya berasal dari kategori Teknis Implementasi, 40 karya Teknis Konseptual, 13 karya Nonteknis, dan 27 karya HSE & ESG.
Program ini turut melibatkan anak perusahaan Inalum, PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) dan PT Indonesia Aluminium Alloy (IAA). Sebanyak 12 karya terpilih mengikuti pameran poster inovasi, sementara delapan karya lainnya melaju ke Grand Final TIS 2026 di Kuala Tanjung, Sumatera Utara, pada 3 November 2026.
Bahkan sejak digelar tahun 2004, TIS terus mencatat peningkatan partisipasi. Dari hanya enam karya yang melibatkan sembilan inovator pada tahun pertama, jumlahnya berkembang menjadi 119 karya dari 273 inovator pada 2026.
“Sebagai bagian dari Holding BUMN Industri Pertambangan MIND ID, Inalum menempatkan inovasi sebagai instrumen untuk memperkuat keunggulan operasional. Penerapan teknologi dan perbaikan berkelanjutan produktivitas, menekan inefisiensi, serta memperkuat daya saing industri aluminium nasional,”jelas Melati.(red01)









