Akdemisi: Bupati Labura Tidak Korupsi

Foto: Nimrot Siahaan SH MH yang juga Dosen Fakultas Hukum Universitas Labuhanbatu.(ersyah.F Sinaga)

LABURA.Ersyah.com l Nimrot Siahaan SH MH, akademisi menilai penangkapan Bupati Labura H. Kharuddin Syah Sitorus yang sedang marak di perbincangkan dan ditangkap karena korupsi.

“Bupati Labura sama sekali tidak ada melakukan korupsi dan tidak ada satu rupiah pun negara di rugikannya. Beliau itu tidak korupsi, dia hanya memberikan ucapan terimakasih atas turunnya Dana Bagi Hasil (DBH) dari pusat, dana itukan di peruntukkan untuk pembangunan di Labura,” katanya Nimrot Siahaan SH MH dihadapan wartawan,Minggu (22/11/20).

Menurut Nimrot, masyarakat harus memahami bahwa Bupati Labura itu rela berkorban materi, fikiran untuk peningkatan pembangunan di Kabupaten Labura. “Supaya masyarakat bisa membedakan suap dengan korupsi, suap itu mengeluarkan uang dari kantongnya untuk orang lain. Sedangkan korupsi mengambil uang orang lain atau uang negara untuk kantongnya. Jadi masyarakat harus paham,” ujarnya.

Terkait maraknya postingan serta komentar negatif yang dimuat di media sosial. Nimrot mengatakan, seharusnya bagi masyarakat yang tidak tahu peraturan jangan asal berkomentar dan lebih baik kalau tidak memahami berhenti berbicara.

“Jangan asal ngomong, asbun gitu, apalagi tidak memahami peraturan,”ungkapnya.

Dosen Fakultas Hukum di Universitas Labuhanbatu ini juga mengatakan, penangkapan Bupati Labura dengan kasus Bupati lain sangat jauh berbeda.

“Coba bandingkan, kasus Bupati yang kena OTT, itu adalah korupsi, dibuktikan dengan uang. Nah kalau Bupati Labura tidak dibuktikan dengan uang tapi kesalahan dalam administrasi, tidak merugikan negara dia, karena dia tidak korupsi. Dia hanya memberikan terimakasih atas bantuan yang diberikan ke daerahnya. Jadi kalau anda mengatakan Bupati itu korupsi, sekalian aja jangan menjalani jalan yang dibangun Bupati Labura, gak usah dong pigi kerumah sakit untuk berobat, itu hasil korupsi,”celotehnya.

Disisi lain, Nimrot juga menyoroti tim sukses pasangan calon yang saling menjelekkan di media sosial.

“Para TS (tim sukses) paslon lain, mari kita menjaga keharmonisan dan kekondusifan daerah. Jual lah produk kerja kita masing-masing tanpa memburukkan produk kerja orang lain. Masyarakat jangan mau terprovokasi,”tugasnya. (F.Sinaga)

Tinggalkan Balasan