FSQ Asahan Ditutup, Seni Islami Sebagai Pilar Budaya dan Dakwah

Wakil Bupati Asahan, Rianto bersama Forkopimda saat menghadiri penutupan FSQ tingkat kabupaten tahun 2025.(Ersyah/S)

ASAHAN.Ersyah.com l Wakil Bupati (Wabup) Asahan, Rianto, tutup Festival Seni Qasidah (FSQ) Tingkat Kabupaten Asahan 2025, Senin malam (4/8/2025), di Lapangan Sepak Bola Perkebunan Pulahan, Kecamatan Air Batu.

Acara penutupan ini tidak sekadar menjadi akhir dari kompetisi tahunan, melainkan menjadi momentum refleksi tentang pentingnya pelestarian seni qasidah sebagai bagian dari budaya, pendidikan karakter dan syiar Islam yang menyejukkan.

iklan

Turut hadir dalam kegiatan itu, jajaran pejabat daerah seperti, Ketua DPRD Kabupaten Asahan, H. Efi Irwansyah Pane, Sekretaris Daerah, perwakilan Forkopimda, para Asisten, Staf Ahli, OPD dan Camat se-Kabupaten Asahan serta masyarakat Air Batu yang memadati lokasi hingga akhir acara.

Ketua Panitia II FSQ 2025, Drs. Muhilli Lubis, dalam laporannya menjelaskan, kegiatan yang dilaksanakan bukan hanya rutinitas tahunan. “FSQ adalah momentum untuk memperkuat seni Islami yang sarat nilai moral dan spiritual. Dukungan dari semua pihak, terutama masyarakat Air Batu, menjadi kunci suksesnya acara ini,”katanya.

Ketua DPRD Asahan, menekankan pentingnya mendukung kegiatan seni religi sebagai bagian dari pendidikan karakter.

“Qasidah bukan hanya seni, ini adalah jalan dakwah yang lembut, yang mampu membentuk akhlak dan kesadaran generasi muda di tengah arus hiburan modern yang sering kosong makna,”ucapnya.

Wabup Rianto menegaskan, FSQ tidak boleh berhenti di panggung festival.

“Kalau hanya meriah saat lomba, lalu hilang setelahnya, maka kita kehilangan esensinya. Seni qasidah harus hadir di rumah-rumah, sekolah, masjid dan komunitas masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa juara festival belum otomatis mewakili Asahan ke tingkat provinsi. Pemkab akan menggelar seleksi lanjutan dan pemusatan latihan (TC) untuk menyaring tim terbaik, tidak hanya dari sisi teknis, tapi juga kedalaman pesan dakwah yang dibawa.

Kepada peserta yang belum meraih gelar juara, Rianto memberikan pesan menyentuh, “Jangan berkecil hati. Piala itu bonus. Yang utama adalah niat tulus menjaga dan meneruskan warisan seni Islam ini.”tukasnya.

Malam penutupan juga menjadi momen kemenangan bagi Kecamatan Kota Kisaran Barat yang tampil dominan di berbagai kategori dan berhasil meraih Juara Umum FSQ Asahan 2025.

Penghargaan diserahkan langsung Wakil Bupati sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kualitas penampilan.

Sementara itu, masyarakat Air Batu sebagai tuan rumah juga mendapat pujian khusus atas sambutan hangat, partisipasi aktif, dan suasana kekeluargaan yang mereka ciptakan sepanjang festival berlangsung.

Berikut pemenang dari berbagai kategori, Rebana Klasik Remaja Putri, Juara I, Kota Kisaran Barat, Juara II, Air Joman, Juara III, Sei Kepayang, Harapan I–III: Air Batu, Simpang Empat, Buntu Pane

Sementara, kategori Rebana Klasik Remaja Putra, Juara I, Kota Kisaran Barat,Juara II, Air Joman, Juara III,Buntu Pane dan Harapan I–III: Air Batu, Rahuning, Pulau Rakyat

Kemudian, kategori Rebana Klasik Dewasa Putri, Juara I, Sei Dadap, Juara II, Teluk Dalam,Juara III, Silau Laut dan harapan I–II: Meranti, Aek Songsongan.

Untuk jategori Rebana Klasik Dewasa Putra, Juara I, Air Batu, Juara II, Kota Kisaran Barat, Juara III, Tanjung Balai dan harapan I–III: Sei Dadap, Teluk Dalam, Sei Kepayang Barat.(S/red01)

iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *