
BATUBARA.Ersyah.com l Bupati Batubara H.Baharuddin Siagian mendorong perubahan arah pembangunan daerah dengan menghadiri Rakernas XVII Apkasi 2026 hari kedua,Senin (19/1/2025) di Aston Hotel Grand Lotus, Batam.
Forum nasional ini dimanfaatkan untuk menemukan posisi kabupaten sebagai motor pelaksana kebijakan, bukan sekadar penonton agenda pusat.
Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman secara lugas membongkar akar masalah sektor pertanian nasional.
Ia menegaskan, kegagalan pembangunan bukan karena kekurangan anggaran, melainkan karena kebijakan yang salah arah dan tidak berani memutus mata rantai ekspor bahan mentah. Para bupati dituntut berdiri di garis depan, memaksa terjadinya hilirisasi dan lonjakan nilai tambah komoditas daerah.
“Kebijakan salah lebih merusak dari kejahatan. Satu keputusan tepat bisa menyelamatkan triliunan rupiah,” tegas Mentan, disambut sorotan tajam para kepala daerah.
Rakernas juga membuka peluang kerja sama internasional melalui International Business Association (IBA), disusul paparan Kementerian PU soal penguatan infrastruktur dasar sebagai tulang punggung konektivitas dan hilirisasi ekonomi.
BPDP menegaskan dana perkebunan harus dikunci untuk produktivitas rakyat dan penguatan ekonomi kabupaten penghasil, bukan habis tanpa dampak nyata.
Puncak hari kedua ditandai diskusi panas soal revisi UU Nomor 23 Tahun 2024 dan wacana pilkada melalui DPRD. Sejumlah pakar menyoroti risiko kemunduran demokrasi daerah jika kebijakan diputus tanpa kehati-hatian.
“Batubara siap bergerak cepat, mengeksekusi kebijakan berani, dan memaksa perubahan demi pembangunan daerah yang konkret dan berkelanjutan,”tutup Bupati.(red01)









