
ASAHAN l Ersyah.com l Produk sabut kelapa olahan milik PT Hijau Surya Biotechindo resmi menembus pasar ekspor China dan saat ini tengah dalam proses pengiriman ke luar negeri.
Keberhasilan ini mendapat apresiasi dari Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin Siregar, yang menegaskan bahwa capaian tersebut menjadi bukti nyata besarnya potensi perkebunan kelapa di Kabupaten Asahan.
“Ini kebanggaan Asahan. Produk sabut kelapa kita sudah diekspor ke China dan sedang dikirim. Ini harus terus dikembangkan,”kata Bupati saat diwawancarai di Pabrik Pengolahan Sabut Kelapa PT Hijau Surya Biotechindo, Desa Air Joman Baru, Kecamatan Air Joman, Kamis (12/2/2026).
Bupati mengungkapkan, Asahan memiliki sekitar 20.000 hektare perkebunan kelapa yang tersebar di sejumlah kecamatan, seperti Silau Laut, Air Joman, Tanjung Balai, Sei Kepayang, Sei Kepayang Timur dan Sei Kepayang Barat. Potensi bahan baku yang melimpah ini sangat strategis untuk mendorong industri hilirisasi.
Ia pun mendorong peningkatan kapasitas produksi agar volume ekspor terus bertambah dan dampak ekonominya semakin luas bagi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Asahan, kata dia, siap mendukung penuh dan berkelanjutan pengembangan industri pengolahan sabut kelapa tersebut.
“Hilirisasi ini sejalan dengan program pemerintah pusat. Sumber dayanya ada di Asahan, industrinya juga harus tumbuh di Asahan. Kami dukung penuh,”tegasnya.
Selain memperkuat ekonomi daerah, keberadaan pabrik ini juga dinilai berkontribusi besar dalam menekan angka pengangguran melalui penyerapan tenaga kerja lokal.
Bupati menyampaikan terima kasih kepada PT Hijau Surya Biotechindo atas komitmennya memberdayakan masyarakat sekitar.
“Kita tidak hanya memperkuat industri hilirisasi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Asahan secara berkelanjutan,”ungkapnya.
Sementara itu, Pimpinan PT Hijau Surya Biotechindo, Budi Chandra, mengapresiasi dukungan Forkopimda Kabupaten Asahan terhadap operasional perusahaan. Menurutnya, ide pengolahan sabut kelapa berawal dari keprihatinan melihat limbah sabut kelapa yang selama ini terbuang dan tidak bernilai.
“Kami mengolah sabut kelapa menjadi produk bernilai jual tinggi, seperti media tanam, jok mobil, tempat tidur, hingga keset,”ucapnya.
Dengan beroperasinya pabrik di Asahan, perusahaan memastikan tenaga kerja lokal menjadi prioritas utama.(PMN10)









