
ASAHAN l Ersyah.com l Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan menyatakan kesiapan mengeksekusi kebijakan inovasi desa yang digulirkan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut).
Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin Siregar menegaskan dukungan total terhadap skema kompetisi desa yang akan memacu kreativitas, ketepatan sasaran pembangunan, dan dampak nyata bagi warga.
“Pemkab Asahan menyambut baik kompetisi desa. Ini pemantik agar desa-desa di Asahan lebih berani menggali potensi lokal dan menyusun program yang benar-benar terasa manfaatnya,”tegas Taufik.
Pemkab Asahan, lanjutnya, akan memperketat pembinaan dan pendampingan, mulai dari perencanaan program, tata kelola keuangan, hingga peningkatan kapasitas aparatur desa dan BPD. Targetnya desa tertib administrasi, unggul inovasi, dan transparan anggaran.
“Sinergi Kepala Desa dan BPD harus solid agar pembangunan tepat sasaran dan berkelanjutan,”ucap Bupati usai mengikuti pengukuhan pengurus Abpednas Sumut dan Optimalisasi Program Jaksa Garda Desa (Jaga Desa) di Aula Raja Inal Siregar, Sabtu (14/2/2026).
Sebelumnya, Gubernur Sumut, Muhammad Bobby Afif Nasution menantang desa-desa Sumut berkompetisi merancang pembangunan berdampak.
Bobby mengumumkan rencana intervensi pembangunan desa berbasis kompetisi pada 2027.
“Kompetisi dibuka tahun ini, setelah Lebaran. Pemenang jangan diberi recehan, minimal Rp10 miliar, bahkan bisa Rp50 miliar,”katanya.
Bobby juga menantang perubahan pola pikir, Kepala desa untuk memanfaatkan media sosial sebagai sumber inspirasi desain dan tata ruang, bukan sekadar hiburan. Ia juga mendorong aturan desa untuk menjaga estetika lingkungan dengan pendekatan insentif, bukan sekadar larangan.
Selain itu, penguatan tata kelola turut dikunci lewat kolaborasi Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional dan Kejaksaan melalui Program Jaga Desa guna mencegah penyimpangan dana desa.
Dari pemerintah pusat, Kementerian Dalam Negeri menegaskan UU Desa terbaru memberi fondasi kuat bagi kemandirian desa, didukung sistem pengawasan digital terintegrasi.
Kegiatan turut hadiri sejumlah pejabat strategis, termasuk Kajati Sumut Harli Siregar, untuk memastikan desa inovatif, akuntabel dan berkelanjutan benar-benar terwujud.(PMN10)









