
LABURA.Ersyah.com l Wakil Bupati Labura, H. Samsul Tanjung, menyampaikan beberapa poin tegas dalam Rapat Lintas Sektor di Jakarta,
Saat memaparkan substansi utama Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Perkotaan Aek Kanopan, Gunting Saga–Damuli yang rencananya menjadi pijakan strategis pembangunan hingga tahun 2045.
Mengacu pada dokumen resmi RDTR 2025–2045, Wabup menekankan penyusunan RDTR bukan sekadar agenda administratif, melainkan instrumen vital untuk mengarahkan penataan ruang, mengendalikan pembangunan, dan membuka ruang investasi yang lebih terukur.
“RDTR adalah kompas pembangunan. Tanpa itu, arah dan prioritas pembangunan tidak akan presisi,” tegasnya dalam pertemuan yang turut dihadiri kementerian terkait.
Wilayah perencanaan RDTR seluas 6.709,36 hektare ini mencakup sebagian kelurahan dan desa di Kecamatan Kualuh Hulu dan Kualuh Selatan.
Potensi kawasan dinilai sangat strategis, mulai dari pusat pemerintahan, kawasan perdagangan dan jasa, pertanian, hingga perkebunan.
Dukungan infrastruktur pun kuat, terutama dengan keberadaan jalur kereta api serta rencana Tol Kisaran–Rantau Prapat yang mempercepat konektivitas regional.
Dalam paparann, Wabup juga menonjolkan posisi Aek Kanopan sebagai simpul penting pada jaringan transportasi lintas Sumatera, termasuk jalur KAI Medan–Tebing Tinggi–Kisaran–Rantau Prapat, yang semakin menegaskan kawasan itu sebagai pusat pelayanan lokal yang terus berkembang.
RDTR ini dirancang untuk mewujudkan kawasan perkotaan yang tertata, berwawasan lingkungan, dan mendukung fungsi pemerintahan, permukiman, serta pusat ekonomi masyarakat.
Wabup Samsul Tanjung berharap penyusunannya dapat dipercepat.
“Kami ingin RDTR ini segera difinalkan dan menjadi dasar pembangunan jangka panjang yang visioner hingga 2045,”tutupnya.
Dorongan politik yang kuat dari pemerintah daerah, RDTR Aek Kanopan–Gunting Saga–Damuli dipastikan menjadi peta jalan baru bagi percepatan pembangunan Labura.(F.Sinaga/red01)









