
TAPUT.Ersyah.com l Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sumatera Utara (Sumut) memperkuat langkah hilirisasi wastra ulos melalui pelatihan desain berbasis motif ulos bagi 60 perancang muda di Tapanuli Utara (Taput).
Program yang berlangsung di Kantor Dekranasda Taput, Tarutung, 26–28 November 2025 ini diharapkan untuk mendorong ulos masuk lebih kuat ke pasar nasional dengan kualitas desainnya.
Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada pelestarian warisan budaya, tetapi juga diarahkan menjadi motor penggerak ekonomi kreatif daerah. Para peserta dibekali kemampuan menciptakan desain yang elegan, ekonomis, dan siap bersaing di industri fashion modern.
Ketua Dekranasda Sumut, Kahiyang Ayu, menekankan ulos harus berkembang dari sekadar simbol budaya menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
“Ulos menyimpan nilai dan identitas, namun harus naik kelas menjadi fashion modern yang diminati pasar tanpa meninggalkan makna tradisinya,”ucapnya.
Kahiyang berharap pelatihan yang diberikan mampu melahirkan desainer muda kreatif yang dapat mengubah ulos menjadi produk fashion yang memiliki market value kuat, sehingga mendorong perputaran ekonomi di Taput dan Sumut secara umum.
Salah satu peserta, Rahmad Hutabarat, mengaku pelatihan tersebut membuka peluang baru bagi pengembangan ulos di industri mode.
“Motif ulos sangat kaya dan bisa diolah menjadi busana elegan. Ini memberi inspirasi untuk menjadikan ulos sebagai wastra modern sekaligus daya tarik budaya,” katanya.
Instruktur dari By Dilada Mode, Dila, menjelaskan peserta dilatih sejak tahap pembuatan proporsi busana, mendesain, hingga memproduksi pakaian yang menggabungkan ulos Taput dengan bahan polos agar lebih relevan dengan pasar fashion masa kini.
Pada kesempatan itu, Kahiyang Ayu bersama Wakil Ketua Dekranasda Taput, Lisa Deni Lumbantoruan Br. Malau, menyerahkan 60 unit mesin jahit kepada seluruh peserta sebagai dukungan langsung terhadap proses produksi mereka setelah pelatihan.
Usai meninjau kegiatan, Kahiyang juga melihat berbagai produk wastra dan kriya, mencicipi pangan lokal, hingga membeli gitar dan ulos sebagai bentuk dukungan nyata kepada pelaku UMKM Taput.(red01)









