Knalpot Brong, Pelanggar Lalin Target Utama Ops Keselamatan Toba 2026 di Batubara

Kanit Kamsel Satlantas Polres Batubara, Ipda Harry P Nasution saat sosialisasi kepada siswa-siswi dalam rangka Operasi Keselamatan Toba 2026.(Foto. Humas Pol BB)

BATUBARA l Ersyah.com l Polres Batubara menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Toba 2026, dengan tujuan  tegas dan tanpa kompromi terhadap pelanggaran lalu lintas.

Kegiatan Apel yang digelar, Senin (2/2/2025) di lapangan Mapolres Batubara menjadi langkah serius menciptakan Kamseltibcarlantas yang aman, nyaman dan selamat, menjelang pelaksanaan Ops Ketupat Toba 2026.

Pelaksanaan Apeldipimpin Wakapolres Batubara Kompol Supendi, dan dihadiri unsur lengkap lintas sektor seperti, Asisten I Pemkab Batubara Reynold Asmara mewakili Bupati, jajaran Kodim 0208 Asahan, Dishub, Satpol PP, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, hingga organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan.

Rangkaian apel berlangsung, mulai dari pemeriksaan pasukan hingga penyematan pita tanda operasi sebagai simbol dimulainya penegakan aturan secara masif dan terukur.

Kompol Supendi dalam amanat menegaskan, keselamatan bukan pilihan, melainkan kewajiban bagi seluruh pengguna jalan.

“Dengan turut berdiri satu barisan seluruh lintas sektor ini menyatakan kesiapan perang terhadap pelanggaran lalu lintas,”ujarnya.

Usai apel, Kasat Lantas Polres Batubara, AKP Simon E. Simatupang, bersama jajaran personil Satlantas menggelar sosialisasi dan himbauan keras namun edukatif kepada anak-anak sekolah di Mako Polres Batubara. Kegiatan ini berlangsung selama Operasi Keselamatan Toba 2026, terhitung tanggal 2 hingga 15 Februari 2026.

Dalam sosialisasi tersebut, Satlantas membeberkan 10 sasaran prioritas pelanggaran yang menjadi fokus penindakan, diantaranya, Penggunaan ponsel saat berkendara, Melawan arus, Pengendara di bawah umur, Berboncengan lebih dari satu orang.

Mengemudi di bawah pengaruh alkohol, Tidak menggunakan helm SNI, Melanggar marka dan rambu lalu lintas, Knalpot brong/tidak sesuai spesifikasi teknis

Over Dimension Over Load (ODOL) dan Tidak menggunakan safety belt.

AKP Simon menegaskan, knalpot brong dan pelanggaran yang membahayakan nyawa tidak akan ditoleransi.

“Kita bukan sekadar operasi, ini bentuk komitmen kami menyelamatkan nyawa masyarakat pengguna jalan,”tegasnya.

Hasilnya, para siswa-siswi di Kabupaten Batubara menyatakan dukungan penuh terhadap Ops Keselamatan Toba 2026.

Mereka sepakat bahwa penggunaan knalpot brong dan pelanggaran lalu lintas lainnya harus dihentikan karena meresahkan dan membahayakan.(mn)