Peduli Sesama, Pemkab Batubara Salurkan Beras Untuk 1500 TKS Honorer

  • Bagikan
Foto: Sekdakab Sakti Alam Siregar menyerahkan paket sembako secara simbolis kepada Kadis Perkim Batubara Norma Deli Siregar untuk tenaga TKS honorer pada dinasnya.(ersyah.01)
iklan

BATU BARA.Ersyah.com l Wabah virus corona berdampak besar terhadap perubahan status ekonomi masyarakat di Kabupaten Batubara, termasuk pegawai Tenaga Kerja Sukarela honorer yang bekerja di Lingkungan Pemkab Batubara, Rabu (13/5) menyalurkan beras untuk 1500 TKS honorer.

Pemberian bantuan untuk meringankan beban meraka di tengah musibah Covid-19 yang juga dalam bulan suci ramadhan. “Sumber dana swadaya ASN dilingkungan Pemkab Batubara yang peduli terhadap nasib tenaga TKS honorer. Apalagi diduasana bulan suci ramadhan dan pandemi Covid-19. Apa pun yang kita berikan ini adalah bentuk kepedulian sesama, rekan rekan,”kata Sakti Alam Siregar, di Posko Gugus Tugas Covid-19 Kantor Dinas Kesehatan Batubara.

Dijelaskan, pembagian paket satu sak beras ukuran 5 kg dan minyak goreng ukuran 1 kg ini untuk 1500 orang TKS dengan rincian 1338 orang bekerja di OPD dan sisanya Supir dan penjaga malam.

Sakti berharap bantuan dapat meringankan beban para tanaga honorer yang bekerja dilingkungan pemerintah Kabupaten Batubara di masa pandemi corona saat ini.

“Saya apresiasi kepada seluruh ASN dilingkungan Pemkab Batubara yang peduli sesama dan bergotong royong untuk saling membantu dimasa sulit ini memang sangat diperlukan. Semoga kita semua mendapat berkah dari Allah SWT atas kepedulian dan bantuan kita semua,” katanya.

Paket bantuan yang dibagikan tersebut merupakan bantuan yang dikumpulkan dari partisipasi ASN bentuk kepeduliannya kepada tenaga honorer.

“Saat ini ada 13 OPD yang diberikan dengan total 948 paket, sisanya OPD lain menyusul,”jelasnya.

Emi perwakilan TKS yang bekerja sebagai cleaning services mengaku sangat bersyukur bisa mendapatkan paket bantuan,“Saya bersyukur pak sudah diberikan bantuan sembako ini,”ujarnya.(red.01)

  • Bagikan

Respon (1)

  1. Tapi TKS di larang terima bantuan COVID-19. Kalau diterima akan di berhentikan. Kok bisa ya?
    Apa sudah ada pemberitahuan terbaru dari bupatinya???

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.