Inalum Bantu Rp 100 Juta Pemulihan Penyintas Terorisme di Sumut

Foto: Vice President CSR Inalum Ali Hasian diabadikan bersama BNPT RI dan pengurus Forsitas Sumut disela-sela penyerahan bantuan 40 Penyintas terorisme wilayah Sumatera Utara.(foto. Humas PT Inalum)

MEDAN.Ersyah.com l Berkolaborasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Republik Indonesia dan Forum Silaturahmi Penyintas (Forsitas) Provinsi Sumatera Utara, PT Inalum memberikan bantuan kepada 40 penyintas terorisme berupa dana pendidikan, pengembangan usaha dengan total 100 juta rupiah, di Wilayah Sumatra Utara (Sumut).

Vice President CSR Inalum Ali Hasian melalui siaran persnya diterima ersyah.com, Jum’at (9/8/23) menyebutkan, bantuan kepada penyintas tindak pidana terorisme ini merupakan komitmen Inalum dalam mendukung pemberantasan terorisme dan usaha perusahaan dalam memulihkan korban terorisme di Indonesia khususnya di Sumatera Utara.

“Ini bagian dari komitmen perusahaan dalam membantu pemulihan penyintas terorisme di Sumatera Utara, dengan harapan bantuan tersebut bisa berguna untuk mempercepat pemulihan psikologis dan mental para penyintas,”ujarnya.

Ali Hasian, Inalum bisa menjadi bagian dari pemulihan korban terorisme berbagai cara, salah satunya berkolaborasi dengan BNPT dengan harapan semoga kolaborasi bisa menjadi harapan cahaya baru dalam kegelapan yang dihadapi para korban Penyintas untuk dapat kembali beraktivitas, berkarya dan berkontribusi kepada Indonesia.

“Inalum memberikan bantuan Rp 100 juta kepada 40 orang penyintas bertujuan untuk dipergunakan sebagai dana pendidikan, pengembangan usaha serta sebagai bentuk dukungan pemulihan psikologi penyintas,”ungkapnya.

Ali juga menyampaikan, melalui kolaborasi antara Inalum, BNPT dan  Forsitas diharapkan seluruh korban tindak pidana terorisme yang mengikuti kegiatan serta masyarakat bisa menjaga perdamaian dan persatuan, kesatuan bangsa untuk menyamakan visi misi, bahwa terorisme merupakan musuh bersama yang harus diperangi.

“Diharapkan Forsitas ini akan menciptakan kemitraan strategi antara BNPT dan Penyintas dalam penanggulangan terorisme, khususnya dalam penyebaran pesan perdamaian di lingkungan masyarakat. Sehingga terwujudnya rasa saling menguatkan dan saling memotivasi diantara sesama Penyintas untuk bangkit berkontribusi di masyarakat, serta terimplementasi peran negara dalam rangka memberi pendampingan dan pemulihan kepada warga negara pasca aksi terorisme,”harapan Ali.(red01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

iklan