RUPST PT Timah Cacatkan Laba Bersih Rp 1,04 Triliun

Foto: Pengurus PT Timah Tbk diabadikan bersama disela-sela pelaksanaan RUPTS.(ersyah)

JAKARTA.Ersyah.com l Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2022, PT Timah Tbk (IDX: TINS) disetujui untuk melaksanakan pembagian dividen kepada pemegang saham sebanyak 30% atau Rp 312 M dan sebesar 70% lainnya dicatat sebagai saldo laba Perseroan.

TINS berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp12,50 triliun seiring dengan penurunan beban pokok pendapatan sebesar 11% dan beban usaha sebesar 6%.

TINS juga berhasil memproduksi bijih dan logam timah tahun 2022 masing-masing sebesar 20.079 ton dan 19.825 metrik ton serta penjualan logam tahun 2022 sebesar 20.805 metrik ton.

Posisi nilai aset Perseroan akhir tahun 2022 sebesar Rp13,07 triliun. Sementara posisi liabilitas sebesar Rp6,03 triliun, turun 28% dibandingkan posisi akhir tahun 2021 sebesar Rp8,38 triliun dikarenakan berkurangnya pinjaman jangka pendek.

Berdasarkan kinerja tersebut, Perseroan mencatatkan laba bersih melebihi target yang ditentukan Perseroan.

“Keputusan diambil setelah melihat kinerja TINS tahun 2022 cukup baik dan mampu merealisasikan kinerja keuangan dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,04 triliun,”kata Sekretaris Perusahaan PT TIMAH Tbk, Abdullah Umar, Sabtu (17/6/23) melalui siaran persnya diterima ersyah.com.

Dijelaskan, pencapaian di atas tidak dapat dipisahkan dari upaya Perseroan untuk terus beradaptasi menghadapi bisnis pertimahan yang dinamis, serta didorong upaya efisiensi di seluruh rantai bisnis, penurunan interest bearing debt dan konsistennya peningkatan kinerja anak usaha segmen non pertimahan.

“Upaya Perseroan untuk terus beradaptasi terhadap kondisi bisnis pertimahan memberikan kontribusi yang cukup signifikan bagi TINS dalam mendukung kinerja tahun 2022,”ujar Abdullah.

Meski harga timah dunia masih cenderung fluktuatif, namun semakin pulihnya sektor ekonomi pasca pandemi, yang ditandai dengan peningkatan konsumsi terhadap tin-related products berupa produk elektronik membuat permintaan atas komoditas timah bertumbuh.

Sementara itu, pada RUPST yang berlangsung, Kamis (15/6/23)  di Hotel Borobudur, Jakarta, kemarin diinformasikan harga jual rata – rata logam timah LME tahun 2022 sebesar USD31.474 per metrik ton, turun 4% dibanding tahun 2021 sebesar USD32.619 per metrik ton, dengan level tertinggi pada USD43.917 dan di level terendah pada USD19.373.

Tahun 2022 TINS memberikan kontribusi kepada negara dalam bentuk pajak dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp1,52 triliun. Jumlah setoran pajak dan PNBP anggota Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID  meningkat 96 persen dibandingkan tahun 2021 sebesar Rp777,1 miliar.

“Peningkatan kontribusi pajak dan PNBP tahun 2022 dipengaruhi  peningkatan harga komoditas timah harga rata-rata tahun 2022 sebesar USD31.474/MT. Selama empat tahun terakhir, kontribusi pajak dan PNBP TINS sebesar Rp 818,7 M (2018), Rp1,2 T (2019), Rp677,9 M (2020), Rp777,1 M (2021) dan Rp1,52 T (2022),”papar Abdullah.

Selain memberikan kontribusi kepada negara lanjut Abdullah, TINS juga tetap konsisten melaksanakan program TJSL bagi masyarakat di wilayah operasionalnya untuk mendukung pembangunan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.

“Perusahaan berterimakasih atas dukungan yang diberikan pemerintah, stakeholder yang ikut membuat membaiknya performa kinerja perusahaan yang selaras dengan kontribusinya kepada negara dan masyarakat,”sebutnya.

Abdullah, perusahaan terus berupaya menjaga kepercayaan pemilik saham dengan melakukan langkah-langkah strategis, secara konsisten melakukan efisiensi dan efektifitas di seluruh rantai bisnis termasuk efisiensi biaya peleburan dengan mengoperasikan smelter baru berteknologi TSL Ausmelt Furnace.

“Di tengah fluktuatifnya harga, Manajemen harus selektif merespon dinamika pasar timah dunia. Kami terus berupaya memperbaiki dan meningkatkan profitabilitas, efisiensi biaya, efektifitas kerja untuk memperkuat fundamental Perseroan berbasis teknologi dan kualitas SDM yang mumpuni di bidangnya,”ucapnya.

Terkait perubahan manajemen TINS menurut Abdullah, perubahan dan penyesuaian pengurus merupakan sesuatu yang biasa dimana pemilihan pengurus merupakan domain pemegang saham, yang pasti sudah memiliki pertimbangan yang matang dalam menentukan sosok-sosok yang akan memimpin kinerja TINS ke depan.

“Setiap emiten, pergantian pengurus oleh pemegang saham menjadi hal biasa, apalagi tujuannya untuk penyegaran dan peningkatan kinerja. Semoga dengan komposisi pengurus yang baru dapat membawa perusahaan lebih baik lagi kedepan yang diprediksi semakin dinamis dan kompetitif,”harapannya.

Abdullah juga menyebutkan, pada RUPS kemarin menyetujui perubahan Pengurus di tubuh TINS.

Ahmad Dani Virsal dipercayai sebagai Direktur Utama menggantikan Achmad Ardianto yang pada hari  sama terpilih sebagai Direktur Sumber Daya Manusia PT Aneka Tambang (Antam).

Perubahan juga ada Direktorat Operasi dan Produksi, Direktorat SDM, dan Direktorat Pengembangan Usaha PT Timah Tbk.

Purwoko yang sebelumnya menjabat sebagi Direktur Operasi dan Produksi diganti Nur Adi Kuncoro, Direktur SDM Yennita digantikan Tigor Pangaribuan dan Direktur Pengembangan Usaha Alwin Albar diganti Koko Wigyantoro, sedangkan Direktur Keuangan dan Manajemen Resiko tetap dijabat Vina Eliani.

Untuk Komisaris Utama tetap dipercayakan kepada M. Alfan Baharudin, Komisaris independen  Agus Rajani Panjaitan serta Komisaris  Yudo Dwinanda Priaadi, Rustam Effendi dan Sufyan Syarif.

Sekedar informasi, PT Timah Tbk merupakan produsen timah terkemuka sekaligus eksportir timah terbesar di dunia dengan wilayah operasional pertambangan dan peleburan logam timah di provinsi Bangka Belitung, Kepulauan Riau, dan Riau.

Menjadi Perseroan Terbatas sejak tahun 1976 dan melantai di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 1995, PT Timah Tbk menjalankan bisnis timah yang terintegrasi secara vertikal, mulai dari kegiatan eksplorasi, penambangan, peleburan dan pemurnian logam timah hingga pemasaran yang melayani para pelanggan internasional maupun domestik.

Produk logam timah dengan merek “Banka Tin” “Kundur Tin” dan “Muntok Tin” memiliki reputasi internasional dan telah terdaftar di London Metal Exchange (LME).

Saat ini PT Timah Tbk bagian dari Holding industri Pertambangan Indonesia, MIND ID yang juga merupakan anggota dari International Tin Association (ITA). PT TIMAH Tbk memiliki 4 (empat) lini bisnis utama yakni pertambangan timah, hilirisasi timah (tin chemical dan tin solder), pertambangan non-timah (batubara dan nikel), serta bisnis berbasis kompetensi termasuk properti, galangan kapal, agrobisnis.(red01)

iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

iklan