Pj Gubernur Sumut Optimis Digital Diberbagai Bidang Perkecil Hambatan Perdagangan dan Pemerintahan

Pejabat Gubernur Sumut Hassanudin saat jumpa pers, usai pelaksanaan FDG Transportasi Digital Pengendalian Inflasi.(foto. Diskominfo Sumut)

MEDAN.Ersyah.com l Acara Focus Group Discussion (FGD) Strategi Transformasi Digital Guna Pengendalian Inflasi digelar, Jum’at (2/2) di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan.

Turut hadir Pejabat (Pj) Gubernur Sumut Hassanudin, Plt Gubernur Lemhanas Laksdya TNI Maman Firmansyah, Sekretaris Utama Lemhanas Komjen Pol R.Z. Panca Putra Simanjuntak, Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting, Kapolda Sumut Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi. Pangdam I/BB M.Hasan Hasibuan, Kabinda Sumut Brigjen TNI Asep Jauhari Puja Laksana, Ketua Umum Kadin Sumut Firsal Mutyara, Rektor berbagai universitas di Sumut, unsur Forkopimda dan OPD.

Dalam pertemuan itu, Hassanudin menyampaikan optimis pengendalian inflasi semakin baik melalui transformasi digital di berbagai bidang, sebab diyakini mampu memperkecil berbagai hambatan, baik bidang perdagangan, pemerintahan atau lainnya.

Di tahun 2023 kata Hassanudin, berdasarkan data East Ventures-Digital Competitiveness Index (EV-DCI), daya saing digital Sumut meningkat 5,7 poin (43,9) dibanding tahun 2022 (38,2). Kenaikan angka ini membawa Sumut naik peringkat dari posisi 13 ke posisi 10.

“Ada 9 pilar yang diukur, perubahan signifikan Sumut di regulasi dan kapasitas Pemda, naik 17,1 poin setelah berhasil mendigitalisasi beberapa layanan publik, seperti pembayaran pajak, pembuatan izin, UMKM dan lainnya,”ujarnya.

Hassanudin, kenaikan signifikan juga terjadi pada bidang kewirausahaan dan produktivitas, usai Sumut menggelar program fast track digital untuk 1.000 UMKM. Digitalisasi di bidang pertanian, di mana komoditas pertanian seperti cabai, bawang merah, beras dan lainnya sering menjadi penyebab meningkatnya inflasi.

“Dari banyak penelitian digitalisasi keuangan memiliki hubungan signifikan dengan inflasi, kami concern dengan hal ini, melihat trend inflasi kita di mana sektor pertanian berandil besar pada inflasi maka intervensi digital di sektor pertanian sangat diperlukan,”kata Hassanudin.

Upaya berdampak signifikan pada inflasi Sumut yang terkendali di akhir tahun 2023. Inflasi Sumut pada November 2023 sebesar 3,20% (yoy), lebih tinggi dari nasional (2,86%) dan di Desember menurun ke angka 2,25% (yoy), lebih rendah dari nasional (2,61%).

“Kita melakukan intervensi langsung seperti saat gejolak harga beras kemarin, tetapi dengan digitalisasi kita juga memiliki data yang menjadi pertimbangan untuk mengambil kebijakan,”papar Hassanudin.

Sementara itu, Plt Gubernur Lemhanas Laksdya TNI Maman Firmansyah mengatakan, Pemprov Sumut telah melakukan transformasi digital yang baik.

Karenanya disarankan agar Pemprov Sumut meningkatkan konektivitas di dalam daerah dan ke daerah lain.

“Luar biasa, Sumut sudah sangat bagus dalam transformasi digital, ini akan menjadi salah satu referensi kami untuk dijadikan contoh di daerah lain, saran kami agar Sumut meningkatkan konektivitas dengan daerah lain,”tukas Maman Firmansyah.(red01/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

iklan